Filanthanus mengumpulkan 30.000 pasukan berkuda, dan perintah agar putanya bernama Astaflius (استفليوس) mewakili memerintah di kerajaannya. Dia mengeluarkan panji-panji Iskandar Al-Yunani (الإسكندر اليوناني) dari Baitul-Hikmah. [1] Panji-panji keramat yang biasanya hanya dikeluarkan sekali dalam setahun itu, bergambar dari emas dihias mutiara gemerlapan.
Dengan berbahagia, mereka yang berjubel melaut itu yakin, pasti akan segera mengalahkan kaum Arab. Gema suara mereka bagaikan hujan lebat turun dari langit. Lonceng-lonceng yang dipukul sekeras-kerasnya menambah suasana menjadi tegang.
Para bathriq segera mempersiapkan pasukan, untuk menyerbu.
Hiraqla didampingi raja-raja bawahannya: Filanthanus raja Romawi Kubra, raja negeri Marasy, raja Iskabadanis (اسكبادنيس), raja negeri Tharasus, raja negeri Mashishah (مَصِيصَةُ), raja negeri Quniyah (قونِيَةَ), raja negeri Mashir (مآصِرُ), raja negeri Aqshara (أَقْصَرَا), raja negeri Qaisariyah (Caesarea/قَيْسارِيَةَ), raja negeri Qumath (قوماط), raja negeri Thabarzad (طَبَرْزَدَ), dan Raja Jabalah bin Aiham.
Filanthinus tersinggung hingga wajahnya memerah karena dibentak.
In syaa Allah bersambung











.jpg)