SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2014/04/30

Surat Al-Baqarah 214 - 215


Kajian Bersambung



{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ () يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ () } [البقرة: 214، 215]


Artinya:
Apa kalian menyangka ‘kalian akan masuk surga?’ Padahal ‘Gambaran Kaum’ yang telah berlalu dari kalian, belum datang pada kalian? Mereka tertimpa oleh bahaya dan madharat, dan telah digoncang. Hingga Rasul dan kaum yang menyertai dia, berkata, “Kapan Pertolongan Allah (datang)?” Ketahuilah! Sungguh Pertolongan Allah Sangat Dekat. [214].

Melalui Ayat ini, Allah mengajarkan agar :
2.     Agar tafaul atau fael, yakni berkata baik yang didasari chusnuzzhon billah.

Nabi SAW bersabda, “Laa Thiyarata, wakhairahaa Al-Fael. Artinya ‘tidak boleh meramal dengan dasar yang tidak jelas. Yang paling baik adalah ‘Al-Fael’.”
Mereka bertanya, “Apakah Al-Fael?.”
Nabi SAW bersabda, “Kalimat baik yang didengar oleh seorang kalian.” [1]

Mereka bertanya padamu, ‘Apa ini yang mereka infaqkan?.” 
Katakan, “Kebaikan yang kalian infaqkan, untuk:
1.     Dua orang tua.
2.     Para kerabat.
3.     Para anak yatim.
4.     Kaum miskin.
5.     Dan anak jalan.
Dan kebaikan yang kalian lakukan, maka sungguh Allah Maha Tahu tentang itu (semua).” [215].

Muqatil bin Chayan berkata, “Ayat ini membahas mengenai infaq sunnah.
Assuddi berkata, “Ayat ini mansukh oleh Ayat Zakat” Namun pernyatanan ini perlu dikaji dengan cermat. [2]



Ponpes Mulya Abadi Mulungan  



5754 - حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لاَ طِيَرَةَ، وَخَيْرُهَا الفَأْلُ» قَالُوا: وَمَا الفَأْلُ؟ قَالَ: «الكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ»
__________

[تعليق مصطفى البغا]
5422 (5/2171) -[ش أخرجه مسلم في السلام باب الطيرة والفأل وما يكون فيه من الشؤم رقم 2223
(خيرها الفأل) أي خير الطيرة - على زعمهم أن لها أثرا - أن يتفاءل أي يتوقع الخير في الأمور]
[5423].

[2] تفسير ابن كثير (1/ 572)
قَالَ مُقَاتل بْنُ حَيّان: هَذِهِ الْآيَةُ فِي نَفَقَةِ التَّطَوُّعِ. وَقَالَ السُّدِّيُّ: نَسَختها الزَّكَاةُ. وَفِيهِ نَظَرٌ.

2014/04/25

Melawan Syetan



Diperkirakan, sahabat nabi SAW yang pernah bergulat melawan syaitan, Umar bin Al-Khatthab RA. Menurut Ibnu Masud RA:
“Pria, sahabat Muhammad SAW, bertemu jin pria, yang akan menggulat dirinya. Dia melawan hingga jin kalah. Lalu bertanya ‘sunguh saya melihat kau, kurus, kerempeng. Dua lenganmu kecil, bentuknya seperti dua lengan anjing. Apa bangsa kalian seperti itu?  Ataukah kau ini, hanya bagian dari mereka?’.
Jin menjawab ‘tidak! Demi Allah, saya sangat perkasa di kalangan mereka. Tapi lawanlah saya, sekali lagi! Jika menang, kau akan saya ajar sesuatu yang bermanfaat’.
Setelah pergulatan berlangsung, lelaki itu mengalahkan jin lagi. Dan berkata ‘cepat! Ajarkan yang bermanfaat pada saya!’.
Jin bertanya ‘kau bisa membaca Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Chayyul-Qayyuum ({اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255])?’.
Dia menjawab ‘ya!’.
Jin berkata ‘sungguh jika kau membaca Ayat terebut, pada rumah. Maka syaitan pasti keluar, dengan terkentut-kentut, seperti himar. Dia takkan berani masuk lagi, hingga pagi’.”

Abu Muhammad (Addarimi) berkata, “Dhaiil artinya kecil. Syakhiil artinya kerempeng. Dhalii’ artinya bagus (atletis) badannya. Dan khabaj artinya kentut.
Dalam ta’liq muchaqqiq, dijelaskan:
“Rijal Hadits ini tsiqat (dapat dipercaya). Tetapi Al-Chakim, Addaru Quthni, dan Abu Chatim, menjelaskan ‘sungguh Amir Assya’bi belum pernah mendengar Ibnu Masud RA’.[1]



3424 - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الثَّقَفِيُّ، حَدَّثَنَا الشَّعْبِيُّ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ: " لَقِيَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنَ الْجِنِّ، فَصَارَعَهُ فَصَرَعَهُ الْإِنْسِيُّ. فَقَالَ لَهُ الْإِنْسِيُّ: إِنِّي لَأَرَاكَ ضَئِيلًا شَخِيتًا، كَأَنَّ ذُرَيِّعَتَيْكَ ذُرَيِّعَتَا كَلْبٍ، فَكَذَاكَ أَنْتُمْ مَعْشَرَ الْجِنِّ، أَمْ أَنْتَ مِنْ بَيْنِهِمْ كَذَلِكَ؟ قَالَ: لَا وَاللَّهِ إِنِّي مِنْهُمْ لَضَلِيعٌ، وَلَكِنْ عَاوِدْنِي الثَّانِيَةَ، فَإِنْ صَرَعْتَنِي عَلَّمْتُكَ شَيْئًا يَنْفَعُكَ. فَعَاوَدَهُ فَصَرَعَهُ، قال: هَاتِ عَلِّمْنِي، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: تَقْرَأُ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255] ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَإِنَّكَ لَا تَقْرَؤُهَا فِي بَيْتٍ إِلَّا خَرَجَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ، لَهُ خَبَجٌ كَخَبَجِ الْحِمَارِ، ثُمَّ لَا يَدْخُلُهُ حَتَّى يُصْبِحَ " قَالَ أَبُو مُحَمَّد: " الضَّئِيلُ: الدَّقِيقُ، وَالشَّخِيتُ: الْمَهْزُولُ، وَالضَّلِيعُ: جَيِّدُ الْأَضْلَاعِ، وَالْخَبَجُ: الرِّيحُ "
[تعليق المحقق] رجاله ثقات ولكن عامرا الشعبي قال الحاكم والدارقطني وأبو حاتم: " لم يسمع من ابن مسعود

2014/04/24