SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2013/11/28

Perang Badar Al-Kubra [3]





Abbas RA berkata, “Saya tidak mendebat Abu Jahl, kecuali sebentar. Ketika senja telah datang, sejumlah wanita keluarga besar Abdul-Muthalib berdatangan. Mereka berkata ‘kenapa kau membiarkan lelaki fasiq lagi jahat, mencaci-maki pria kalian? Bahkan wanita kalian juga dicaci-maki? Kau tidak melawan?’.
Saya menjawab ‘memang! Tapi demi Allah saya akan datang padanya! Kalau dia berani mencaci-maki lagi! Akan saya lawan untuk membela kalian!’.”

Di hari ketiga dari mimpi Atikah, Abbas pagi-pagian mencari Abu Jahl, dengan marah. Ternyata yang dicari di dalam Masjidil-Haram. Dia mendatangi Abu Jahl dengan membusungkan dada, dengan tekat; jika dicaci-maki lagi, akan melawan.

Abu Jahl bergerak cepat untuk keluar dari pintu Masjid. 
Abbas berkata, “Ada apa dia? Apa karena takut akan saya caci-maki? Ternyata keluar karena dia mendengar suara yang tidak saya dengar."

Di tengah jurang, di atas untanya yang telah dipotong moncongnya, Dhamdham berteriak. Joknya dibalik dan busananya dirobek. Dia berteriak 'hai Bangsa Quraisy! Pukulan berat! Harta kekayaan kalian yang dibawa oleh kafilah Abu Sufyan, dihadang oleh Muhammad dan para sahabatnya! Saya tidak tahu apakah kalian bisa menyelamatkan apa tidak?! Tolong! Tolong!'.”

Peristiwa tersebut membuat Abaas RA dan Abu Jahl, lupa pada perselisihan mereka berdua.

Dalam waktu cepat orang-orang telah siap melakukan perjalanan ke Badar. Semua tokoh masyarakat telah berkumpul, kecuali Abu Lahab. Dia mewakilkan tugasnya pada Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Tokoh selain dia yang bersikeras tidak akan ikut, Umayah bin Khalaf Al-Jumahi, karena telah tua, dan kesulitan bergerak, karena gemuk.

Dengan marah, Uqbah bin Abi Muaith datang membawa perapian dan wadah parfum Bakhur. Dan berkata pada Umayah, “Hai Ayah Ali! Bawalah perapian ini! Karena kau tidak jantan! Kau perempuan! Tidak berani berperang!.”
Umayah menjawab, “Semoga kau dipermalukan oleh Allah! Semoga Allah mempermalukan kau karena perbuatanmu!.” 
Dengan cemberut, dia berkemas-kemas untuk ikut rombongan kaumnya. 

Ternyata Utbah bin Rabiah juga bertekat akan tinggal di rumah. Dia dimarahi oleh saudaranya bernama Syaibah, “Kalau tidak ikut! Pasti kita dicaci-maki oleh mereka! Ayo ikut!.”
Utbah berkemas-kemas untuk ikut. [1]


In syaa Allah bersambung ke Cerita paling menarik. In syaa Allah.


Ponpes Mulya Abadi Mulungan

قَالَ الْعَبَّاسُ: فَمَا كَانَ مِنِّي إِلَيْهِ إِلَّا أَنِّي جَحَدْتُ ذَلِكَ وَأَنْكَرْتُهُ، فَلَمَّا أَمْسَيْتُ أَتَانِي نِسَاءُ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَقُلْنَ لِي: أَقْرَرْتُمْ لِهَذَا الْفَاسِقِ الْخَبِيثِ أَنْ يَقَعَ فِي رِجَالِكُمْ، وَقَدْ تَنَاوَلَ نِسَاءَكُمْ وَلَمْ تُنْكِرْ عَلَيْهِ ذَلِكَ! قَالَ: قُلْتُ: وَاللَّهِ كَانَ ذَلِكَ، وَلَأَتَعَرَّضَنَّ لَهُ، فَإِنْ عَادَ كَفَيْتُكُمُوهُ. قَالَ: فَغَدَوْتُ الْيَوْمَ الثَّالِثَ مِنْ رُؤْيَا عَاتِكَةَ وَأَنَا مُغْضَبٌ أُحِبُّ أَنْ أُدْرِكَهُ، فَرَأَيْتُهُ فِي الْمَسْجِدِ، فَمَشَيْتُ نَحْوَهُ أَتَعَرَّضُ لَهُ لِيَعُودَ فَأُوقِعَ بِهِ، فَخَرَجَ نَحْوَ بَابِ الْمَسْجِدِ يَشْتَدُّ، قَالَ: قُلْتُ: مَا بَالُهُ قَاتَلَهُ اللَّهُ! أَكُلَّ هَذَا فَرَقًا مِنْ أَنْ أُشَاتِمَهُ! وَإِذَا هُوَ قَدْ سَمِعَ مَا لَمْ أَسْمَعْ، صَوْتَ ضَمْضَمِ بْنِ عَمْرٍو وَهُوَ يَصْرُخُ بِبَطْنِ الْوَادِي، وَاقِفًا عَلَى بَعِيرِهِ قَدْ جَدَعَهُ، وَحَوَّلَ رَحْلَهُ وَشَقَّ قَمِيصَهُ وَهُوَ يَقُولُ: يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ، اللَّطِيمَةَ! أَمْوَالُكُمْ مَعَ أَبِي سُفْيَانَ قَدْ عَرَضَ لَهُ مُحَمَّدٌ وَأَصْحَابُهُ، لَا أَدْرِي إِنْ تُدْرِكُوهَا، الْغَوْثَ الْغَوْثَ! فَشَغَلَنِي عَنْهُ وَشَغَلَهُ عَنِّي. قَالَ: فَتَجَهَّزَ النَّاسُ سِرَاعًا وَلَمْ يَتَخَلَّفْ مِنْ أَشْرَافِهِمْ أَحَدٌ إِلَّا أَبَا لَهَبٍ، وَبَعَثَ مَكَانَهُ الْعَاصَ بْنَ هِشَامِ بْنِ الْمُغِيرَةِ، وَعَزَمَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ الْجُمَحِيُّ عَلَى الْقُعُودِ، فَإِنَّهُ كَانَ شَيْخًا ثَقِيلًا بَطِيئًا، فَأَتَاهُ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ بِمِجْمَرَةٍ فِيهَا نَارٌ وَمَا يُتَبَخَّرُ بِهِ وَقَالَ: يَا أَبَا عَلِيٍّ، اسْتَجْمِرْ، فَإِنَّمَا أَنْتَ مِنَ النِّسَاءِ. فَقَالَ: قَبَّحَكَ اللَّهُ، وَقَبَّحَ مَا جِئْتَ بِهِ! وَتَجَهَّزَ وَخَرَجَ مَعَهُمْ. وَعَزَمَ عُتْبَةُ بْنُ رَبِيعَةَ أَيْضًا عَلَى الْقُعُودِ، فَقَالَ لَهُ أَخُوهُ شَيْبَةُ: إِنْ فَارَقْنَا قَوْمَنَا كَانَ ذَلِكَ سُبَّةً عَلَيْنَا، فَامْضِ مَعَ قَوْمِكَ، فَمَشَى مَعَهُمْ.


Perang Badar Al-Kubra [2]







Kafilah Abu Sufyan yang pulang dari Syam berjumlah sekitar 30 hingga 70 orang. Di antara mereka yang terpenting, Makhramah bin Naufal Azzuhri dan Amer bin Al-Ash.
Ketika mendengar berita ‘mereka akan segera lewat’, Rasulullah SAW menggerakkan kaum Muslimiin, “Ini kafilah Quraisy yang membawa harta banyak, hadanglah! Semoga harta itu diberikan oleh Allah pada kalian!.”

Sontak mereka bergerak, menghadang mereka. Mereka tidak menyangka bahwa akan terjadi ‘Perangan’ akbar.

Abu Sufyan tahu bahwa nabi SAW menghadang bersama para sahabatnya. Maka memberi upah untuk perintah Dhamdham bin Amer Al-Ghifari, agar pergi ke Makkah, dengan cepat. Dhamdham bergerak cepat ke Makkah.

Tiga malam sebelum Dhamdham datang ke Makkah, Atikah binti Abdil-Muthalib bermimpi yang membuat ketakutan. Dia minta agar saudaranya bernama Abbas merahasiakan mimpi tersebut. Dia berkata, “Semalam saya bermimpi melihat orang mengendarai unta, menuju Abthah (lembah). Lalu berteriak dengan keras ‘keluarlah hai para penjahat! Untuk robohnya kalian, dalam tiga!’.”
Atikah melanjutkan, “Saya melihat orang-orang berkumpul mengelilingi dia. Dengan untanya, dia bergerak untuk masuk Masjid. Setelah untanya naik di atas Ka’bah, dia berteriak lagi seperti sebelumnya. Setelah untanya naik gunung Abi Qubais, dia berteriak lagi. Tangannya mengangkat batu besar, untuk dilemparkan. Ketika batu jatuh membentur jurang, seluruh pecahannya berhamburan memasuki semua rumah di Makkah.”  

Abbas keluar dari rumah untuk menemui Al-Walid bin Utbah bin Rabiah yang telah lama menjadi sahabat karibnya. Dia menceritakan mimpi Atikah, tetapi minta agar Al-Walid merahasiakan mimpi tersebut. Namun Al-Walid membocorkan rahasia mimpi pada ayahnya bernama Utbah. Dalam waktu cepat rahasia itu tersiar pada sejumlah orang.

Abu Jahal menemui Abbas, untuk berkata, “Hai Ayah Fadhl! Kemarilah!.”
Setelah towafnya selesai, Abbas menemui Abu Jahl.
Dengan sinis, Abu Jahl berkata, “Kapan (Atikah) nabi perempuan kalian, bercerita di kalangan kalian?.”
Dia menceritakan mimpi Atikah, lalu bertanya dengan marah, “Apa kalian belum puas mempunyai keluarga lelaki yang menjadi nabi? Hingga (Atikah) wanita kalian, juga menjadi nabi yang mendapatkan Wahyu melalui mimpi? Kami akan menunggu kalian selama tiga! Jika mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan! Ya sudah! Namun jika mimpi itu bohong! Kami akan menulis bahwa ‘kalian kaum Arab paling bohong’.” [1]

Bersambung ke Kisah yang lebih mengagumkan. In syaa Allah.


Ponpes Mulya Abadi Mulungan

وَمَعَهَا ثَلَاثُونَ رَجُلًا أَوْ أَرْبَعُونَ، وَقِيلَ: قَرِيبًا مِنْ سَبْعِينَ رَجُلًا مِنْ قُرَيْشٍ، مِنْهُمْ: مَخْرَمَةُ بْنُ نَوْفَلٍ الزُّهْرِيُّ، وَعَمْرُو بْنُ الْعَاصِ، فَلَمَّا سَمِعَ بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - نَدَبَ الْمُسْلِمِينَ إِلَيْهِمْ وَقَالَ: هَذِهِ عِيرُ قُرَيْشٍ فِيهَا أَمْوَالُهُمْ، فَاخْرُجُوا إِلَيْهَا لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُنَفِّلَكُمُوهَا. فَانْتَدَبَ النَّاسُ، فَخَفَّ بَعْضُهُمْ وَثَقُلَ بَعْضُهُمْ، وَذَلِكَ لِأَنَّهُمْ لَنْ يَظُنُّوا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَلْقَى حَرْبًا. وَكَانَ أَبُو سُفْيَانَ قَدْ سَمِعَ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُرِيدُهُ، فَحَذَّرَ وَاسْتَأْجَرَ ضَمْضَمَ بْنَ عَمْرٍو الْغِفَارِيَّ، فَبَعَثَهُ إِلَى مَكَّةَ يَسْتَنْفِرُ قُرَيْشًا وَيُخْبِرُهُمُ الْخَبَرَ، فَخَرَجَ ضَمْضَمٌ إِلَى مَكَّةَ. وَكَانَتْ عَاتِكَةُ بِنْتُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَدْ رَأَتْ قَبْلَ قُدُومِ ضَمْضَمٍ مَكَّةَ بِثَلَاثِ لَيَالٍ رُؤْيَا أَفْزَعَتْهَا، فَقَصَّتْهَا عَلَى أَخِيهَا الْعَبَّاسِ وَاسْتَكْتَمَتْهُ خَبَرَهَا، قَالَتْ: رَأَيْتُ رَاكِبًا عَلَى بَعِيرٍ لَهُ حَتَّى وَقَفَ بِالْأَبْطَحِ، ثُمَّ صَرَخَ بِأَعْلَى صَوْتِهِ: أَنِ انْفِرُوا يَا آلَ غُدَرَ لِمُصَارِعِكُمْ فِي ثَلَاثٍ! قَالَتْ: فَأَرَى النَّاسَ قَدِ اجْتَمَعُوا إِلَيْهِ، ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ، فَمَثَلَ بَعِيرَهُ عَلَى الْكَعْبَةِ، ثُمَّ صَرَخَ مِثْلَهَا، ثُمَّ مَثَلَ بَعِيرَهُ عَلَى رَأْسِ أَبِي قُبَيْسٍ فَصَرَخَ مِثْلَهَا، ثُمَّ أَخَذَ صَخْرَةً عَظِيمَةً وَأَرْسَلَهَا، فَلَمَّا كَانَتْ بِأَسْفَلِ الْوَادِي ارْفَضَّتْ، فَمَا بَقِيَ بَيْتٌ مِنْ مَكَّةَ إِلَّا دَخَلَهُ فِلْقَةٌ مِنْهَا. فَخَرَجَ الْعَبَّاسُ فَلَقِيَ الْوَلِيدَ بْنَ عُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ، وَكَانَ صَدِيقَهُ، فَذَكَرَهَا لَهُ وَاسْتَكْتَمَهُ ذَلِكَ، فَذَكَرَهَا الْوَلِيدُ لِأَبِيهِ عُتْبَةَ، فَفَشَا الْخَبَرُ، فَلَقِيَ أَبُو جَهْلٍ الْعَبَّاسَ فَقَالَ لَهُ: يَا أَبَا الْفَضْلِ، أَقْبِلْ إِلَيْنَا. قَالَ: فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْ طَوَافِي أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ، فَقَالَ لِي: مَتَى حَدَّثَتْ فِيكُمْ هَذِهِ النَّبِيَّةُ؟ وَذَكَرَ رُؤْيَا عَاتِكَةَ، ثُمَّ قَالَ: مَا رَضِيتُمْ أَنْ تَتَنَبَّأَ رِجَالُكُمْ حَتَّى تَتَنَبَّأَ نِسَاؤُكُمْ! فَسَنَتَرَبَّصُ بِكُمْ هَذِهِ الثَّلَاثَ فَإِنْ يَكُنْ حَقًّا، وَإِلَّا كَتَبْنَا عَلَيْكُمْ أَنَّكُمْ أَكْذَبُ أَهْلِ بَيْتٍ فِي الْعَرَبِ.




2013/11/27

Perang Badar Al-Kubra [1]



1.      Terbunuhnya tokoh besar bangsa Quraisy, bernama Amer bin Al-Hadhrami.
2.      Kepulangan kafilah Abu Sufyan dari Syam, membawa harta kekayaan berjumlah banyak.

Bangsa Quraisy dendam atas tewasnya Amer bin Al-Hadharami, oleh orang Islam bernama Waqid bin Abdillah RA. Yang beralasan ‘membela diri’, karena telah dianiaya bertahun-tahun. Dan Allah telah memberi Ijin Membalas ‘pada dia dan kaumnya’, atas kaum Musyrik yang telah melancarkan penganiayaan bertahun-tahun. [1]


Bersambung ke yang lebih memukau. In syaa Allah.



[ذِكْرُ غَزْوَةِ بَدْرٍ الْكُبْرَى]
وَفِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ كَانَتْ وَقْعَةُ بَدْرٍ الْكُبْرَى فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي السَّابِعَ عَشَرَ، وَقِيلَ: التَّاسِعَ عَشَرَ، وَكَانَتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ.
وَكَانَ سَبَبَهَا قَتْلُ عَمْرِو بْنِ الْحَضْرَمِيِّ، وَإِقْبَالُ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ فِي عِيرٍ لِقُرَيْشٍ عَظِيمَةٍ مِنَ الشَّامِ وَفِيهَا أَمْوَالٌ كَثِيرَةٌ.