SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2012/09/10

Sepotong Sejarah Perang-Salib


Ibnul-Atsir alim besar dalam bidang sejarah Islam dan Hadits. Kitab beliau yang mashur di antaranya Al-Kamil. Kitab tebal dan berjilid-jilid ini membahas sejarah sejak sebelum dunia ada hingga Perang Salib, bahkan hingga wafatnya tokoh besar Al-Qadhi bin Ghanaim bin Al-Adim Al-Chalabi yang agung.[1]
Di antara tulisan Ibnul-Atsir mengenai Perang Salib Versi Islam ialah: الكامل في التاريخ لابن الأثير - (ج 5 / ص 169)
كان القمص، صاحب طرابلس، واسمه ريمند بن ريمند الصنجيلي، قد تزوج بالقومصة، صاحبة طبرية، وانتقل إليها، وأقام عندها بطبرية، ومات ملك الفرنج بالشام، وكان مجذوماً، وأوصى بالملك إلى ابن أخت له، وكان صغيراً، فكفه القمص، وقام بسياسة الملك وتدبيره لأنه لم يكن للفرنج ذلك الوقت أكبر منه شأناً، ولا أشجع ولا أجود رأياً منه، فطمع في الملك بسبب هذا الصغير؛ فاتفق أن الصغير توفي، فانتقل الملك إلى أمه، فبطل ما كان القمص يحدث نفسه به ثم إن هذه الملكة هويت رجلاً من الفرنج الذين قدموا الشام من الغرب اسمه كي، فتزوجته، ونقلت الملك إليه، وجعلت التاج على رأسه، وأحضرت البطريك والقسوس والرهبان والإسبتارية والدواية والبارونية، وأعلمتهم أنها قد ردت الملك إليه، وأشهدتهم عليها بذلك، فأطاعوه، ودانوا له، فعظم ذلك على القمص، وسقط في يديه، طولب بحساب ما جبى من الأموال مدة ولاية ذلك الصبي، فأدعى أنه أنفقه عليه، وزاده ذلك نفوراً، وجاهر بالمشاقة والمباينة، وراسل صلاح الدين، وانتمى إليه، واعتضد به، وطلب منه المساعدة على بلوغ غرضه من الفرنج، ففرح صلاح الدين والمسلمون بذلك، ووعده النصرة، والسعي له في كل ما يريده، وضمن له أنه يجعله ملكاً مستقلاً للفرنج قاطبة، وكان عنده جماعة من فرسان القمص أسرى فأطلقهم، فحل ذلك عنده أعظم محل، وأظهر طاعة صلاح الدين، ووافقه على ما فعل جماعة من الفرنج، فاختلفت كلمتهم وتفرق شملهم، وكان ذلك من أعظم الأسباب الموجبة لفتح بلادهم، واستنفاذ البيت المقدس منهم، على ما نذكره إن شاء الله وسير صلاح الدين السرايا من ناحية طبرية، فشنت الغارات على بلاد الفرنج، وخرجت سالمة غانمة، فوهن الفرنج بذلك، وضعفوا وتجرأ المسلمون عليهم وطمعوا فيهم.

Artinya:
Konon sang pangeran tersebut penguasa Tharabulas. Nama dia Raimond bin Raimond Asshanjili. Dia telah menikahi seorang putri penguasa Thabariyah (Tiberias). Dan telah berpindah tempat untuk hidup serumah dengannya di Thabariyah.
Saat itu raja Perancis yang tadinya diserang penyakit lepra, telah wafat di Syam. Sebelum meninggal, raja berwasiat agar yang menggantikan kedudukannya adalah anak laki-laki adik perempuannya, yang masih kecil. Raimond menghalang-halangi anak kecil itu menjadi raja. Raimond lah yang mengatur urusan kerajaan, karena waktu itu di Kerajaan Perancis tersebut dialah yang paling besar kewibawaannya. Keberanian dia juga menonjol, bahkan pandangannya cemerlang.
Raimond berambisi menjadi raja; anak kecil yang diwasiati agar menjadi raja oleh raja sebelumnya, wafat. Itu berarti ibu anak tersebut yang berhak menjadi ratu. Sejak itulah ambisi Raimond pupus dan gagal.
Sang ratu tergila-gila pada lelaki pendatang dari Perancis bernama Gai. Sang ratu berhasil menjerat dengan jaring-jaring cintanya agar Gai mempersunting dirinya. Tahta sang ratu diserahkan pada Gai, suaminya. (Di depan undangan para bangsawan), sang ratu meletakkan mahkotanya pada Gai. Dalam undangan tersebut, ratu menghadirkan sang batrik, para ulama Nashrani, para rahib, para isbitariyah (pejabat militer), dan sejumlah tokoh yang disebut Baruniyah.
Pada undangan, sang ratu menjelaskan bahwa kerajaan telah diserahkan pada Gai, suaminya. Dan meminta agar mereka menjadi saksi tentang hal itu; mereka setuju. Mereka mendekati raja baru mereka.
Kegagalan meraih tahta itulah yang membuat Raimond sangat bersedih dan berputus-asa. Karena pengorbanan harta Raimond selama anak kecil hidup dan bertahta, sangat banyak. Apalagi fitnah mengenai Raimond berkorban hanya untuk menekan raja kecil tersebut dibicarakan banyak orang. Kenyataan itu membuat Raimond makin jauh dari Gai.
Raimond terang-terangan menyelisihi kebijakan Raja Gai. Bahan berkirim surat pada tokoh Islam bernama Shalahuddin (صلاح الدين). Bahkan mendukung kebijakan Shalahuddin. Bahkan minta agar Shalahuddin menolong dia.
Dengan bahagia, Shalahuddin dan kaum Muslimiin mengabulkan permintaan Raimond. Dan menjanjikan kemenangan untuknya. Dan menolong dalam segala usaha yang Raimond inginkan. Sejumlah tawanan pasukan berkuda Raomond di sisi Shalahuddin, dilepaskan. Agar Raimond berbahagia, dan mau mengikuti kebijakan Shalahuddin.
Sejumlah kebijakan pemerintahan Raimond, didukung oleh Shalahuddin. Inilah yang akhirnya membuat kaum Perancis berpecah-belah dan tidak kompak. Penyebab terbesar mereka dikalahkan oleh Shalahuddin dan pasukannya adalah ‘perpecahan tersebut’. Bahkan kekalahan mereka mempermudahkan Shalahuddin dan pasukannya merebut Baitul-Maqdis dari kekuasaan mereka. Semua itu in syaa Allah akan kami jelaskan (dengan rinci).

Shalahuddin menyerang sejumlah wilayah kekuasaan Perancis, dan pulang dengan selamat membawa kemenangan. Kaum Perancis merasa jatuh dan pesimis. Pasukan Muslimiin makin berani dan optimis bisa mengalahkan mereka.


[1] Nama Al-Qadhi bin Ghanaim bin Al-Adim Al-Chalabi dalam bahasa Arab: القاضي ابن غنائم بن العديم الحلبي.

2012/09/05

Bersabar dalam Bersuami-Istri


Sebuah kitab bernama Azzawajir an Iqtirofil Kabair yang artinya ‘hentakan-hentakan untuk tinggalkan dosa-dosa besar’, memaparkan Hadits mengenai Keutamaan Bersabar di dalam bersuami-istri: الزواجر عن اقتراف الكبائر - (ج 1 / ص 362)
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { أَيُّمَا رَجُلٍ صَبَرَ عَلَى سُوءِ خُلُقِ امْرَأَتِهِ أَعْطَاهُ اللَّهُ مِنْ الْأَجْرِ مِنْ مِثْلِ مَا أَعْطَى أَيُّوبَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى بَلَائِهِ ، وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ صَبَرَتْ عَلَى سُوءِ خُلُقِ زَوْجِهَا أَعْطَاهَا اللَّهُ مِنْ الْأَجْرِ مَا أَعْطَى آسِيَةَ بِنْتَ مُزَاحِمٍ امْرَأَةَ فِرْعَوْنَ } . وَرُوِيَ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِيَشْكُوَ إلَيْهِ خُلُقَ زَوْجَتِهِ فَوَقَفَ بِبَابِهِ يَنْتَظِرُهُ فَسَمِعَ امْرَأَتَهُ تَسْتَطِيلُ عَلَيْهِ بِلِسَانِهَا وَهُوَ سَاكِتٌ لَا يَرُدُّ عَلَيْهَا فَانْصَرَفَ قَائِلًا : إذَا كَانَ هَذَا حَالَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ فَكَيْفَ حَالِي ، فَخَرَجَ عُمَرُ فَرَآهُ مُوَلِّيًا فَنَادَاهُ مَا حَاجَتُك ؟ فَقَالَ : يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ جِئْت أَشْكُو إلَيْك خُلُقَ زَوْجَتِي وَاسْتِطَالَتَهَا عَلَيَّ فَسَمِعْت زَوْجَتَك كَذَلِكَ فَرَجَعْت وَقُلْت : إذَا كَانَ هَذَا حَالَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ مَعَ زَوْجَتِهِ فَكَيْفَ حَالِي ؟ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : يَا أَخِي إنِّي احْتَمَلْتُهَا لِحُقُوقٍ لَهَا عَلَيَّ ، إنَّهَا طَبَّاخَةٌ لِطَعَامِي خَبَّازَةٌ لِخُبْزِي غَسَّالَةٌ لِثِيَابِي مُرْضِعَةٌ لِوَلَدِي وَلَيْسَ ذَلِكَ بِوَاجِبٍ عَلَيْهَا وَيَسْكُنُ قَلْبِي بِهَا عَنْ الْحَرَامِ فَأَنَا أَحْتَمِلُهَا لِذَلِكَ ، فَقَالَ الرَّجُلُ : يَا أَمِيرَ الْمُومِنِينَ وَكَذَلِكَ زَوْجَتِي قَالَ : فَاحْتَمِلْهَا يَا أَخِي فَإِنَّمَا هِيَ مُدَّةٌ يَسِيرَةٌ.
Artinya:
Nabi SAW bersabda, “Di mana lelaki bersabar atas kejelekan akhlaq istrinya, maka Allah memberi Bagian Pahala padanya, seperti Allah telah memberi Pahala pada Nabi Ayub atas balak (cobaannya) AS. Di mana wanita bersabar atas kejelekan akhlaq suaminya, maka Allah memberi Bagian Pahala padanya, seperti Allah telah memberi Pahala pada Asiyah binti Muzachim, istri Firaun.”

Diriwayatkan sesungguhnya seorang lelaki telah datang untuk menyampaikan laporan akhlaq istrinya pada Umar RA. Dia berhenti di depan pintu untuk menunggu beliau RA. Tiba-tiba dia mendengar suara istri Umar mencaci-maki Umar RA. Namun Umar hanya diam saja, tidak menjawab. Dia segera berpaling sambil berkata, “Jika Amirul-Mukminiin saja bisa sesabar ini, lalu bagaimana dengan diri saya?.”
Tak lama kemudian Umar keluar rumah dan melihat lelaki itu telah berpaling untuk pulang. Umar bertanya, “Apa keperluanmu?.”
Dia menjawab, “Ya Amiral-Mukminiin! Saya datang kemari untuk melaporkan akhlaq istri dan lidahnya, yang sering mencaci-maki saya. Ternyata saya mendengar istri baginda juga seperti itu. Saya pun lalu berpaling untuk pulang, sambil berkata ‘jika Amirul-Mukminiin saja mengalami demikian bersama istrinya (dan bersabar), lalu bagaimana dengan diri saya?.”
Umar berkata, “Hai saudara saya! Saya bertahan dengan dia karena dia telah melakukan beberapa kewajiban yang mestinya menjadi tugas saya: dia yang memasak makanan untukku, yang membuat roti untukku, yang mencuci pakaian untukku, yang menyusui anakku. Ini semua sebetulnya bukan kewajiban dia. Hati saya tentram karena terhindar dari perbuatan haram, juga karena dia. Oleh karena itu dia saya pertahankan.”
Lelaki itu berkata, “Ya Amiral-Mukminiin! Istri saya juga demikian.”

2012/08/23

Umar RA Galakkan Bahasa Arab




Penulis tidak tahu judul yang lebih pas: Membumikan Bahasa Arab? Atau Galakkan Bahasa Arab. Maksud dari tulisan ini sederhana; Islam berjaya bertepatan ketika bahasa Arab membumbung; dan roboh dari kejayaan ketika bahasa Arab diabaikan.

K Iskandar dan KH Mudzakkir pernah berkata, “Dengan bahasa Arab, maka kita akan lebih mudah memahami Al-Qur’an dan Assunnah.” 
Bahkan pada Ustadz Abdul-Mannan MurisanKH Nurhasan pernah berkata, “Mencari ikan dengan alat, lebih mudah daripada tanpa alat. Mengaji bagi yang menguasai bahasa Arab juga akan lebih mudah paham, daripada yang tidak tahu bahasa Arab.”
Ketika merobohkan Kekholifahan Islam yang terakhir di Turki, kaum Salibis memaksa bangsa Turki agar adzan dengan bahasa Turki. Agar bangsa Turki meninggalkan hingga akhirnya bodoh dari bahasa Arab.
Setidaknya tulisan ini akan mengilhami pada kaum Muslimiin bahwa bahasa Arab pemersatu umat Islam ini barokahnya luar biasa. Di dalam kamus bahasa Arab bernama Lisanul-Arab, dijelaskan: لسان العرب - (ج 1 / ص 154)
وكَتَب عمرُ بنُ الخطاب إِلى أَبي موسى خُذِ الناسَ بالعَرَبيَّةِ فإِنه يَزيدُ في العَقْل ويُثْبِتُ المروءة وقيل للأَحْنَفِ ما المُرُوءة ؟ فقال العِفَّةُ والحِرْفةُ وسئل آخَرُ عن المُروءة فقال المُرُوءة أَن لا تفعل في السِّرِّ أَمراً وأَنت تَسْتَحْيِي أَن تَفْعَلَه جَهْراً.
Artinya:
Pada Abi Musa RA, Umar bin Al-Khatthab menulis surat, “Galakkan bahasa Arab pada manusia! Karena bahasa ini menambah akal (kecerdasan)! Dan meneguhkan Al-Muruah!.[1]
Ditanyakan pada Al-Achnaf, “Apakah Al-Muruah?.
Dia menjawab, “Terjaga dan perwira."
Jawab Alim selain beliau ketika ditanya (dengan pertanyaan yang sama), "Kalau kamu malu melakukan perkara dengan terang-terangan; kamu pun juga tidak melakukan di waktu rahasia!.”


[1] Wa di awal lafal ‘wakataba (وكَتَب)’ tidak diartikan, karena ibtidaiyah atau istiknaf. Khudz (خُذ) diartikan galakkan, karena melihat kontek yang ada. Perbandingannya seperti:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [الأعراف/199]
Artinya: Galakkan pemaafan! Perintahkan kebajikan! Dan berpalinglah dari orang-orang bodoh!


2012/08/22

Bedah Kitab Kuning





Sebagian dari kitab kuning ada yang bernama Addurrul-Mantsur (الدر المنثور) yang artinya mutiara ditaburkan. Kitab tafsir ini ditulis oleh Jalaluddiin Assayuthi. Beliau menulis tafsir Ayat 87 Surat Al-Baqarah, dan urutan Nabi-Nabi setelah Musa AS:

وَلَقَدْ آَتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآَتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ.

Artinya:
Dan niscaya sungguh Kami telah memberi Kitab pada Musa AS, dan telah meneruskan dengan Rasul-Rasul mulai dari setelahnya AS. Kami juga telah memberi Keterangan-Keterangan pada Isa bin Maryam, dan telah memperkuat dia dengan Ruh Qudus AS. Masyak setiap Rasul datang dengan membawa yang diri kalian tidak cocok; kalian takabur? Sebagian kalian dustakan; sebagian kalian bunuh?.

الدر المنثور - (ج 1 / ص 158)
أخرج ابن عساكر من طريق جويبر عن الضحاك عن ابن عباس في قوله { ولقد آتينا موسى الكتاب } يعني التوراة جملة واحدة مفصلة محكمة { وقفينا من بعده بالرسل } يعني رسولاً يدعى اشمويل بن بابل ، ورسولاً يدعي مشتانيل ، ورسولاً يدعى شعيا بن أمصيا ، ورسولاً يدعى حزقيل ، ورسولاً يدعى أرميا بن حلقيا وهو الخضر ، ورسولاً يدعى داود بن أيشا وهو أبو سليمان ، ورسولاً يدعى المسيح عيسى ابن مريم ، فهؤلاء الرسل ابتعثهم الله وانتخبهم للأمة بعد موسى بن عمران ، وأخذ عليهم ميثاقاً غليظاً أن يؤدوا إلى أممهم صفة محمد صلى الله عليه وسلم وصفة أمته

Artinya:
Ibnu Asakir mengeluarkan Riwayat dari jalur Juwaibir dari Addhahhak dari Ibnu Abbas RA. Mengenai Firman Allah, “وَلَقَدْ آَتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ,” yang artinya: Dan niscaya sungguh Kami telah memberi Kitab pada Musa AS. Yakni seluruh kitab Taurat langsung, dirinci pasal-pasal dan hukum-hukumnya. 
وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ’ artinya: Dan Kami meneruskan dengan Rasul-Rasul mulai dari setelahnya. Yakni Rasul yang disebut:

1.     Nabi Isymawil bin Babil AS.
2.     Nabi Masytanil AS.
3.     Nabi Syakya bin Amshiya AS.
4.     Nabi Chizqil AS.
5.     Nabi Armiya bin Chalqiya yang dikenal dengan nama lain Nabi Khadhir AS. [1] 


Rasul-Rasul ini diutus dan dipilih oleh Allah, untuk umat manusia setelah Nabi Musa bin Imran AS. Allah telah menyumpah dengan tegas atas mereka, agar mereka menyampaikan pada umat-umat mereka ‘mengenai sifat Muhammad dan umatnya SAW.