SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2012/07/29

BTh 1: Bedah Athabari


BTh 1: Bedah Athabari


Dunia indah menawan bagi kaum yang kehidupannya dipermudahkan oleh Tuhan, seperti Firaun dan yang sepadan. Jika memilih dunia meninggalkan akhirat, merekalah orang-orang yang tertipu. Allah berfirman, “Dunia telah dihias-hiaskan untuk orang-orang yang telah kafir. Mereka menghina sebagian kaum yang telah beriman. Padahal di hari Kiamat nanti, orang-orang yang telah bertaqwa (jauh) di atas mereka. Allah memberi rizqi pada orang yang Dia kehendaki dengan tanpa hisab-an (perhitungan).”[1]

Ibnu Jarir Atthabari (الطبري) pernah meriwayatkan bahwa, ketika nabi SAW Israk sebelum Mikraj, dijumpai oleh seorang wanita (jelita) mengenakan segala macam perhiasan menawan: تفسير الطبري - (ج 17 / ص 344)
حدثنا محمد بن عبد الأعلى، قال: ثنا محمد بن ثور، عن معمر، عن أبي هارون العبدي، عن أبي سعيد الخدري؛ وحدثني الحسن بن يحيى، قال: أخبرنا عبد الرزاق، قال: ثنا معمر، قال: أخبرنا أبو هارون العبدي، عن أبي سعيد الخدري، واللفظ لحديث الحسن بن يحيى، في قوله( سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى ) قال: ثنا النبيّ صلى الله عليه وسلم عن ليلة أُسري به فقال نبيّ الله: "أُتِيتُ بِدَابَّة هي أَشْبَهُ الدَّوَاب بالبَغْلِ، لَهُ أذُنانِ مُضّطَرِبَتان وَهُوَ البُرَاقُ، وَهُوَ الَّذِي كانَ تَرْكَبُهُ الأنَبْيِاءُ قَبْلِي، فَرَكِبْتُهُ، فانْطَلَقَ بِي يَضَعُ يَدَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى بَصَرِه، فَسَمِعْتُ نِدَاءً عَنْ يَمِينِي: يا مُحَمَّد عَلى رِسْلِك أسألْكَ، فَمَضَيْتُ ولَمْ أُعَرِّجْ عَلَيْهِ؛ ثُمَّ سَمِعْتُ نِدَاءً عَنْ شمِالي: يا مُحَمَّد عَلى رِسْلِك أسألْكَ ، فَمَضَيْتُ ولَمْ أُعَرِّجْ عَلَيْهِ؛ ثُمَّ اسْتَقْبَلْتُ امْرَأةً فِي الطَّرِيقِ، فَرأيْتُ عَلَيْها مِنْ كُلّ زِينَةٍ مِنْ زِينَةِ الدُّنْيَا رَافعَةً يَدَها، تَقُولُ: يا مُحَمَّدُ على رِسْلِكَ أسألْكَ، فَمَضَيْتُ ولَمْ أُعَرِّجْ عَلَيْهَا، ثُمَّ أتَيْتُ بَيْتَ المَقْدِسِ، أوْ قالَ المَسْجِدَ الأقْصَى، فَنزلْتُ عَنِ الدَّابَّةِ فَأوْثقْتُها بالحَلْقَة التي كانَت الأنْبِياءُ تُوثِقُ بِها، ثُمَّ دَخَلْتُ المَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ، فقالَ لي جَبْرَئِيل: ماذَا رأيْتَ فِي وَجْهِكَ، فَقُلْتُ: سَمِعْتُ نِدَاءً عَنْ يَمِينِي أنْ يا مُحَمَّدُ عَلى رِسْلِكَ أسألْكَ، فَمَضَيْتُ ولَمْ أُعَرِّجْ عَلَيْهِ، قالَ: ذاكَ دَاعِيَ اليَهُود، أما لَو أنَّك وَقَفْتَ عليه لتهودت أُمَّتُكَ، قال: ثُمَّ سَمِعْتُ ندَاءً عَنْ يَسارِي أنْ يا مُحَمَّدُ عَلى رِسْلِكَ أسألْكَ، فَمَضَيْتُ وَلَمْ أُعَرِّجْ عَلَيْهِ، قالَ: ذَاكَ داعي النَّصَارَى، أمَا إِنَّكَ لَوْ وَقَفْتَ عَلَيْهِ لَتَنَصَّرَتْ أُمَّتُكَ، قُلْتُ: ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْنِي امْرأةٌ عَلَيْها مِنْ كُلّ زِينَةٍ مِنْ زِينَةِ الدُّنْيَا رَافِعَةً يَدَها تَقُولُ عَلى رِسْلِكَ، أسألْكَ، فَمَضَيْتُ ولَمْ أُعَرِّجْ عَلَيْهَا، قال: تِلْكَ الدُّنْيا تَزَيَّنَتْ لَكَ، أمَا إنَّكَ لَوْ وَقَفْتَ عَلَيْها لاخْتارَتْ أُمَّتُكَ الدُّنْيا على الآخِرَةِ، ثُمَّ أُتِيتُ بإناءَيْنِ أحَدُهُما فِيهِ لبَنٌ، والآخرُ فيه خَمْرٌ، فَقِيلَ لي: اشْرَبْ أيَّهُما شِئْتَ، فَأخَذْتُ اللَّبَنَ فَشَرِبْتُهُ، قال: أصَبْتَ الفِطْرَةَ أوْ قالَ: أخَذْتَ الفِطْرَةَ".

Arti (selain isnad)nya:
Abu Said Al-Khudri berkata, “Maha Suci yang telah menjalankan HambaNya dari Masjidil-Haram menuju Masjidil-Aqsha. Nabi SAW pernah bercerita pada saya mengenai ketika dia diisrakkan: ‘Saya diberi binatang kendaraan yang lebih miripnya, keledai (bagal). Kendaraan bertelinga panjang menjuntai itu, bernama Buraq, yang pernah dikendarai oleh Nabi-Nabi sebelumku AS. Dia saya naiki agar membawa saya Israk. Langkah kaki depannya mencapai ujung pandanganya’.
(Dalam perjalanan tersebut), tiba-tiba saya mendengar seruan ‘ya Muhammad! Berhenti! Saya akan bertanya!’ Dari kanan saya. Namun saya berjalan terus, tidak berhenti.
Lalu dari kiri saya, saya mendengar seruan ‘ya Muhammad! Berhenti! Saya akan bertanya!’ Namun saya berjalan terus, tidak berhenti.
Lalu saya berpapasan wanita (jelita) di jalan, yang mengenakan segala perhiasan dunia. Dia mengangkat tangan sambil menyeru ‘ya Muhammad! Berhenti! Saya akan bertanya!’; namun saya berjalan terus, tidak berhenti.
Lalu saya memasuki Masjid untuk melakukan shalat di dalamnya. 
Jibril AS berkata ‘apa yang telah kau saksikan dalam perjalanan?’ Saya menjawab ‘saya telah mendengar seruan’ dari sebelah kanan: ‘Ya Muhammad! Berhenti! Saya akan bertanya!’; namun saya berjalan terus, tidak berhenti. 
Jibril berkata ‘itu dai Yahudi! Ingat! Kalau kau tadi berhenti! Niscaya umatmu beragama Yahudi’.
Saya berkata ‘lalu saya mendengar seruan dari sebelah kiri saya: ‘Ya Muhammad! Berhenti! Saya akan bertanya!’; namun saya berjalan terus, tidak berhenti. Jibril menjawab ‘itu dai Nashrani! Ingat! Kalau kau tadi berhenti! Niscaya umatmu beragama Nashrani’.
Saya berkata ‘lalu saya berpapasan dengan wanita (menawan) mengenakan segala perhiasan dunia, mengangkat tangan dan berkata: ‘Ya Muhammad! Berhenti! Saya akan bertanya!’; namun saya berjalan terus, tidak berhenti. Jibril menjawab ‘itu dunia yang bersolek untukmu! Ingat! Kalau kau tadi berhenti, niscaya umatmu memilih dunia mengalahkan akhirat’.
Lalu saya diberi dua wadah; yang satu berisi susu; yang lain berisi arak. Ada yang mempersilahkan padaku ‘minumlah terserah kau’. Namun saya mengambil untuk meminum susu. Jibril berkata ‘kau telah meraih fitrah’ atau ‘kau telah mengambil fitrah’.”[2]

Kesimpulan:
Kita ini dipengaruhi oleh syaitan melaui tiga arah: Kaum Yahudi, Kaum Nashrani, dan kehidupan duniawi.

Ponpes Mulya Abadi Mulungan


[1] زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ [البقرة/212]
[2] Fitrah artinya perbuatan suci, atau perbuatan yang sesuai dengan fungsinya sebagai makhluk.

2012/07/28

Dimangsa Singa Jantan

Bedah Al-Qurthubi


Pembaca pasti banyak yang pernah melihat singa. Binatang buas ini terkadang memangsa manusia. Al-Qurthubi menulis, “Mantan menantu nabi SAW, bernama Utbah, pernah bersumpah 'akan mencaci maki' nabi SAW, dan berakhir dengan disergap dan dimangsa singa jantan: تفسير القرطبي - (ج 17 / ص 83).”

عن عروة ابن الزبير رضي الله عنهما أن عتبة ابن أبي لهب وكان تحته بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم أراد الخروج إلى الشام فقال: لآتين محمدا فلا وذينه، فأتاه فقال: يا محمد هو كافر بالنجم إذا هوى، وبالذي دنا فتدلى ثم تفل في وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم، ورد عليه ابنته وطلقها، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (اللهم سلط عليه كلبا من كلابك) وكان أبو طالب حاضرا فوجم لها وقال: ما كان أغناك يا بن أخي عن هذه الدعوة، فرجع عتبة إلى أبيه فأخبره، ثم خرجوا إلى الشام، فنزلوا منزلا، فأشرف عليهم راهب من الدير فقال لهم: إن هذه أرض مسبعة فقال أبو لهب لاصحابه: أغيثونا يا معشر قريش هذه الليلة ! فإني أخاف على ابني من دعوة محمد، فجمعوا جمالهم وأناخوها حولهم، وأحدقوا بعتبة، فجاء الاسد يتشمم وجوههم حتى ضرب عتبة فقتله.

Artinya:
Dari Urwah ibnu Azzubair (عروة ابن الزبير) RA: 
“Sesunguhnya Utbah bin Abi Lahab (عتبة ابن أبي لهب) yang pernah memperistri putri Rasulillah SAW, pernah pergi menuju Syam. Sebelum pergi, dia berkata ‘niscaya saya akan datang untuk mencaci-maki Muhammad SAW!’.
Dia datang dan berkata ‘ya Muhamad!' Dia mengkufuri annajmi idzaa hawa (bintang ketika turun. Maksudnya, nabi SAW turun dari mikroj dari langit). Dan tentang danaa fatadallaa (mendekat untuk meraih. Maksudnya Jibril AS mendekat untuk meraih nabi SAW)’.
Lalu meludahi wajah Rasulillah SAW, mengembalikan, dan mentalak putri Rasulillah SAW.
Rasulillah SAW berdoa ‘ya Allah! Suruhlah agar sebagian Anjing-Anjing-Mu, menyerang dia!’.

Abu Lahab yang saat itu berada di rumah, terkejut dengan mata melotot, karena tahu mengenai doa tersebut. Dan berkata ‘apa yang akan menghalang-halangi doa dia SAW atasmu ini?’.
Utbah kembali pada ayahnya untuk menjelaskan mengenai dirinya yang telah mencaci-maki hingga nabi SAW mendoakan jelek.

Utbah dan rombongan pergi ke Syam. Mereka berhenti di suatu tempat. Tiba-tiba seorang rahib muncul dari biaranya, untuk berkata ‘di sini tempat binatang-binatang buas!’.
Abu Lahab berkata ‘hai keluarga Quraisy! Jagalah kami semalam ini! Saya takut doa Muhammad atas anaku menjadi kenyataan!’.
Rombongan mengumpulkan unta-unta mereka untuk didekamkan, mengelilingi keluarga Abu Lahab. Yang mereka jaga dengan ketat Utbah.

Tiba-tiba singa jantan datang untuk mencium wajah-wajah mereka. (Mereka makin ketakutan saat melihat) Utbah digigit dan diserang oleh singa jantan tersebut, hingga tewas.”

Ponpes Mulya Abadi Mulungan

2012/07/27

BQ 1: Bedah Al-Qurthubi



Kitab tafsir yang tergolong sangat lengkap adalah Al-Qurthubi, penulisnya dari Kordoba.
Al-Qurthubi menulis sejarah yang luar biasa. Kalau di zaman kuno, Raja Hiraqla dalam perang Yarmuk, mampu menerjunkan lebih dari 1.060.000 pasukan berkuda, untuk menggempur pasukan berkuda Muslimiin yang berjumlah 41.000. Jauh tahun sebelum itu, Raja Sanhareb mampu menerjunkan pasukan berkuda (membawa 600.000 panji. Tiap panji diarak oleh 100.000 pasukan berkuda), jauh lebih banyak daripada itu. Untuk memerangi kaum Israil, di Baitul-Maqdisتفسير القرطبي - (ج 10 / ص 215)

وقال محمد بن إسحاق في خبر فيه طول: إن المهزوم سنحاريب ملك بابل، جاء ومعه ستمائة ألف راية تحت كل راية مائة ألف فارس فنزل حول بيت المقدس فهزمه الله تعالى وأمات جميعهم إلا سنحاريب وخمسة نفر من كتابه، وبعث ملك بنى إسرائيل واسمه صديقة في طلب سنحاريب فأخذ مع الخمسة، أحدهم بختنصر، فطرح في رقابهم الجوامع وطاف بهم سبعين يوما حول بيت المقدس وإيلياء ويرزقهم كل يوم خبزتين من شعير لكل رجل منهم، ثم أطلقهم فرجعوا إلى بابل، ثم مات سنحاريب بعد سبع سنين، واستخلف بختنصر وعظمت الاحداث في بنى إسرائيل، واستحلوا المحارم وقتلوا نبيهم شعيا، فجاءهم بختنصر ودخل هو وجنوده بيت المقدس وقتل بنى إسرائيل حتى أفناهم.

Artinya:
Di dalam ulasan panjang, Muhammad bin Ishaq menjelaskan,  “Al-Mahzum Sanhareb Raja Babilon, pernah datang (ke Baitil-Maqdis), dengan membawa 600.000 panji. Di belakang tiap panji, arak-arakan 100.000 pasukan berkuda. Lautan pasukan itu berhenti di sekitar Baitul-Maqdis. Namun mereka dibuat lari-ketakutan dan ditewaskan semuanya oleh Allah, kecuali Raja Sanhareb dan lima orang sekertaris (kuttab)nya. [1]
 
Allah perintah agar Raja Shidqiyah (صديقة) mengejar lima orang, Bukhtunashar (بختنصر) termasuk di antara mereka.
Leher-leher mereka dibelenggu, dan diarak mengelilingi Baitul-Maqdis. Tiap hari selama itu, jatah makan mereka hanya dua potong roti dari gandum. Setelah itu mereka berlima diperbolehkan pulang ke-Babilon. 
Tujuh tahun setelah itu Raja Sanhareb wafat, dan penggantinya, Raja Bukhtunashar. Saat itu di negeri Israil telah banyak dilakukan pembaharuan agama (bidah dan syirik). Bahkan mereka telah berani menghalalkan barang haram dan membunuh Nabi Syakya (شَعْيا) AS.

Raja Bukhtunashar dan pasukannya memasuki Baitul-Maqdis, membantai dan menghabisi kaum Israil.”



Ponpes Mulya Abadi Mulungan

[1] Mayat-mayat memenuhi lautan di dekat Baitul-Maqdis. Dalam Al-Kamil dijelaskan: الكامل في التاريخ - (ج 1 / ص 84)
انّ الله أرسل عليهم ريحاً فأهلكت جيشه وأفلت هو وكاتبه (Sungguh Allah telah mengirim angin untuk membinasakan pasukan Raja Sanhareb. Dia dan sejumlah sekertarisnya sama selamat).


Mbah Sastro dan Anak-Cucu



Di malam indah itu, Mbah Sastro dikelilingi anak-cucunya, di dalam pesta kecil (makan-malam). Semuanya makan dan minum dengan lahap, sambil bersenda-gurau bercengkerama. Tak seorangpun dari mereka tampak bersedih.
Kang Bento dan Yu Sane mengamati mereka dan bergumam, “Betapa bahagianya keluarga-besar ini.”
Sebelum memasukkan bakso ke mulut, Liti dan Letu bertanya Mbah Sastro, “Apa betul semua Hadits Israiliyat tidak boleh dikaji.”
Hampir semuanya memperhatikan Mbah Sastro menjawab, “Bukannya mutlak tidak boleh dikaji. Yang paling utama untuk dikaji, Hadits dari Rasulillah SAW yang shahih. Tetapi dalam kondisi terpaksa, Hadits Israiliyat boleh dikaji, sekedar sebagai iktibar. Nabi SAW sendiri bersabda, “Wachadditsuu an Bani Israiila, walaa charaj. Yang artinya ‘Ceritakan Hadits dari Bani Israil! Tidak berdosa!’.”

Beberapa orang tertawa, setelah Dias dan Faishal bertanya, “Bacakan contoh Hadits dari Bani Israil atau Israiliyat yang bisa dijadikan iktibar! Mbah!.
Yang menjawab, cucu Mbah Sastro bernama Tita: فنون العجائب لأبي سعيد النقاش - (ج 1 / ص 26)
22 - حدثنا أبو بكر الشافعي ، حدثني محمد بن بشر بن مطر ، حدثنا محمد بن حميد ، حدثنا عبد الرحمن بن مغراء ، وسليمان بن يزيد ، عن المفضل بن فضالة ، عن بكر بن عبد الله المزني ، حدثنا أنس بن مالك ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « كان فيمن سلف من الأمم رجل يقال له : مورق ، وكان متعبدا ، فبينما هو قائم في صلاته إذ ذكر النساء ، فاشتهاهن ، وانتشر حتى قطع صلاته ، فغضب فأخذ قوسه فقطع وترها وعقده بخصيتيه ، وشده إلى عقبيه ، ثم مد رجليه فانتزعهما ، ثم أخذ طمريه ونعليه حتى أتى أرضا لا أنيس بها ولا وحش ، فاتخذ عريشا ، ثم جعل يصلي ، فجعل كلما أصبح انصدعت له الأرض ، فخرج له خارج منها معه طعام في إناء ، فأكله حتى شبع ، ثم يدخل فيخرج له خارج بإناء فيه شراب فيشرب حتى يروى ، ثم يدخل وتلتئم الأرض ، فإذا أمسى فعل مثل ذلك ، ومر أناس قريبا منه ، فأتاه رجلان من القوم ، فمرا عليه من تحت الليل ، فسألاه عن قصدهما ، فمد لهما بيده ، وقال : هذا قصدكما حيث تريدان ، فسارا غير بعيد ، ثم قالا أحدهما لصاحبه : ما يسكن هذا الرجل ها هنا أرضا لا أنيس بها ولا وحش ، لو رجعنا حتى نعلم علمه حقا له ، فقالا له : يا عبد الله ، ما يقيمك ها هنا بأرض لا أنيس بها ولا وحش ؟ قال : امضيا لشأنكما ودعاني . فأبيا وألحا عليه ، قال : فإني مخبركما على أن من كتمه منكما أكرمه الله في الدنيا والآخرة ، ومن أظهر علي منكما أهانه الله في الدنيا والآخرة . قالا : نعم . قال : انزلا . فلما أصبحا خرج من الأرض مثل الذي كان يخرج من الطعام ومثلاه معه ، حتى أكلوا وشبعوا ، ثم دخل فأخرج إليهم شرابا في إناء مثل الذي كان يخرج إليه كل يوم ومثليه معه ، فشربوا حتى رووا ، ثم دخل فالتأمت الأرض ، فنظر أحدهما إلى صاحبه فقال : ما يعجلنا هذا الطعام والشراب ، وقد علمنا سمتنا في الأرض ، امكث إلى العشي فمكثا ، فخرج إليهما بالعشي من الطعام والشراب مثل الذي خرج أول النهار ، فقال أحدهما لصاحبه : امكث بنا حتى نصبح ، فمكثا ، فلما أصبحا خرج إليهما مثل ذلك ، ثم ركبا فانطلقا ، فأما أحدهما فلزم باب الملك حتى كان من خاصته وسماره ، وأما الآخر فأقبل على تجارته وعمله ، وكان ذلك الملك لا يكذب أحد في زمانه من أهل مملكته كذبة فعرف إلا صلبه ، فبينا هو ليلة في السمر يحدثونه مما رأوا من العجائب ، أنشأ ذلك الرجل ، فحدث الملك فقال : ما سمعت بأعجب منه قط ، فحدث فقال : لأحدثنك أيها الملك ، فحدثه بحديث الرجل الذي رأى من أمره ، فقال الملك : ما سمعت بكذب قط أعظم من هذا ، والله لتأتين على ما قلت ببينة أو لأصلبنك . قال : بينتي فلان . قال : رضا ، إيتوني به ، فلما أتاه ، فقال الملك : إن هذا حدثني أنكما مررتما برجل من أمره كذا وكذا ، فقال الرجل : أيها الملك ، ولست تعلم أن هذا كذب ، وهذا ما لا يكون لو حدثتك بهذا كان عليك في الحق أن تصلبني قال : صدقت وبررت » قال النبي صلى الله عليه وسلم : « فأدخل الذي كتم عليه في خاصته وسمره ، وأمر بالآخر فصلب » فقال النبي صلى الله عليه وسلم : فأما الذي كتم عليه منهما فأكرمه الله في الدنيا والآخرة « ثم نظر إلى ثمامة بن عبد الله بن أنس فقال : يا أبا المثنى ، سمعت جدك يحدث بهذا الحديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ قال : نعم.

Arti (selain isnad)nya:
Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Konon ada lelaki dari umat zaman dahulu yang ahli beribadah, bernama Mauriq. Suatu hari Mauriq berdiri untuk melakukan shalat. Tiba-tiba angan-angannya melayang pada seorang wanita hingga kejantanannya menegang, terganggu kekhusukan shalatnya. Dia membatalkan shalatnya sambil marah. Dia mengambil busur untuk melepaskan talinya.
Ujung tali diikatkan pada dua testis-nya; ujung lainnya diikatkan pada dua telapak kakinya.[1] Dua kakinya dijulurkan sekuat tenaga agar dua testis-nya lepas.
(Setelah sadar), Mauriq mengambil dua sandal dan dua pakaiannya yang telah compang-camping. Dia berjalan terus (dengan kesakitan) untuk berhenti di daerah yang tak dihuni oleh manusia dan binatang.
Di situ, dia mendirikan gubuk. Dia melakukan shalat terus menerus. Setiap pagi-buta, ada bagian bumi yang membelah, untuk keluar seorang yang membawakan makanan di dalam wadah. Mauriq memakannya hingga kenyang.
Orang misterius masuk lagi kecelah bumi untuk membawa keluar minuman di dalam wadah, untuknya.
Mauriq meminumnya hingga puas.
Setelah orang misterius itu masuk kecelah; celah tanah menutup lagi, seperti semula.
Jika hari telah sore, lelaki misterius berbuat begitu lagi.
Orang-orang lewat di dekat tempat tersebut. Di malam hari, dua orang di antara mereka datang mendekat, untuk bertanya pada Mauriq ‘apa tujuan kami berdua?’.
Mauriq isarah dengan tangan, dan berkata ‘inilah tujuan kalian berdua’.
Dua lelaki itu pergi tidak jauh. Yang satu berkata ‘apa yang mendorong dia menempati tempat yang jauh dari manusia dan binatang? Mari kita tanyakan padanya agar kita tahu!’.
Mereka berdua datang dan bertanya ‘hai Abdallah! Apa yang mendorong kau menempati tempat yang jauh dari manusia dan binatang ini?’.
Mauriq menjawab ‘pergilah! Tinggalkan saya di sini!’.
Mereka berdua bersikeras tak mau pergi, dan bertanya terus padanya. Dia menjawab ‘saya mau menjelaskan pada kalian dengan syarat; yang menyembunyikan cerita ini, akan diberi kemuliaan di dunia dan akhirat oleh Allah? Sedangkan yang memberitakan cerita ini, akan dihinakan oleh Allah, di dunia dan akhirat?’.
Mereka berdua menjawab ‘ya!’.
Mauriq perintah’silahkan kalian tinggal di sini!’.
Di pagi hari, muncul seorang dari belahan bumi, membawakan makanan yang banyaknya tiga-kali lipat dari kemarin.
Mereka bertiga menikmati makanan tersebut hingga kenyang.
Si lelaki misterius memasuki celah bumi, untuk membawakan minuman sebanyak tiga-kali lipat, daripada yang kemarin.
Mereka bertiga minum hingga puas.
Si lelaki misterius memasuki celah bumi yang segera menutup lagi. Seorang dari dua lelaki berkata ‘kenapa secepat ini dia mendatangkan makanan dan minuman? Dan yang lebih aneh, dia tahu maksud tujuan kita? Ayo kita amati terus tingkah-laku dia hingga sore nanti!’.
Di sore (yang mendebarkan itu) mereka berdua dikejutkan lagi oleh munculnya seorang dari celah bumi yang membelah, membawakan makanan dan minuman seperti di waktu paginya.
Seorang dari dua lelaki itu berkata ‘kita di sini saja, hingga pagi besok!’.
Di pagi buta mereka dikejutkan lagi oleh munculnya seorang dari celah bumi yang membelah, untuk membawakan hidangan makanan dan minuman seperti biasanya.
Mereka berdua meninggalkan Mauriq sendirian di tempat yang sepi.
Yang seorang diterima sebagai pegawai kerajaan, yang bertugas menjaga pintu gerbang. Namun pangkatnya dinaikkan terus hingga akhirnya menjadi menteri khusus yang sering ngobrol dengan raja.
Yang lain kembali lagi menekuni perdagangannya seperti dulu sebelumnya.

Raja yang bertahta sangat benci pada orang bohong. Orang yang ketahuan bohong, maka disalib dan dibunuh.
Di malam pertemuan agung yang indah, orang-orang dekat raja bercerita, mengenai keajaiban yang pernah mereka ketahui, di hadapan raja. Dia hadir dalam pertemuan tersebut.
Setelah bercerita panjang-lebar mengenai keajaiban didengar, raja berkata ‘saya mutlak belum pernah mendengar kisah yang lebih menakjubkan daripada ini’. Lalu melanjutkan kisahnya yang menarik perhatian orang-orang dekatnya yang hadir di situ.
Lelaki itu berkata ‘saya juga punya cerita yang menakjubkan’. Lalu dia menceritakan keajaiban Mauriq yang pernah disaksikan bersama temannya di tempat yang jauh dari manusia dan binatang.
Dia (terkejut) oleh cemoohan raja, ‘saya mutlak belum pernah mendengar kebohongan yang lebih besar daripada ini’.
Dia makin terkejut ketika raja membentak ‘demi Allah kau harus mendatangkan bukti dari kebenaran kisah ini! Kalau tidak bisa! Sungguh kau akan saya salib!’.  
Dia berkata ‘yang menyaksikan kebenaran kisah saya, fulan’.
Raja berkata ‘dia orang yang saya ridhoi persaksiannya. Datangkan dia kemari!’.
Ketika saksi yang ditunjuk telah datang, ditanya oleh raja ‘dia telah bercerita padaku bahwa, kalian berdua pernah pernah melihat lelaki (begini-begini)?’.
Lelaki yang didatangkan menjawab ‘Raja yang mulia! Tuan tidak tahu bahwa cerita ini bohong. Ini tidak mungkin terjadi. Dan kalau saya bercerita mengenai ini, pasti saya disalib karena kekuasaan Tuan’.
Raja berkata ‘kau telah benar dan telah berbuat baik’.
Nabi SAW bersabda ‘orang yang bisa merahasiakan (kehebatan Mauriq), diangkat sebagai orang pilihan, yang sering berbicara khusus bersama raja; orang yang satunya disalib’.”
Al-Mufaddhal bin Fadhalah (الْمُفَضَّل بْن فَضَالَة) berkata, “Bakr bin Abdillah Al-Muzani (بَكْر بْن عَبْد اللَّه الْمُزَنِيّ) mengamati lalu bertanya pada Tsumamah bin Abdillah bin Anas (ثُمَامَة بْن عَبْد اللَّه بْن أَنَس) ‘ya Abal-Mutsanna! Kau pernah mendengar kakekmu menceritakan Hadits ini dari Rasulillah?’.
Tsumamah bin Abdillah menjawab ‘betul’.”

Pertanyaan Zhifa dan Dila “Apa hubungan antara Mbah Sastro dan Kang Sastro? Membuat semua tersenyum.
Lalu hampir semuanya tertawa, “Gerr.”
Mbah Sastro menjawab, “Sama-sama cucu Nabi Adam AS. Bedanya kalau Kang Sastro pernah menipu Joko Bodo.”
Hampir semuanya terperangah menyaksikan Liti bernyanyi:
Mbah Joko Bodo mlayu nangis wedi rabi
Dioyak Letu arep diepek mantu
Jare Kang Sastro, “Rabi iku lhoro.”
Joko Bodo kowe kapusan
Rabi iku penak tenan
Thor maneh dadi amalan
Kanggone uwong kang iman

Ojo nangis! Ojo mlayu! Ngamalno Sunah Nabimu! Rabio Ayu bintu Letu!


Ponpes Mulya Abadi Mulungan

[1] Testis adalah bulatan terbalut kulit yang menggelayut di bawah zakar.