SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Wa’tashimuu Bihablillaahi Jamii’an (1). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wa’tashimuu Bihablillaahi Jamii’an (1). Tampilkan semua postingan

2017/02/13

Wa’tashimuu Bihablillaahi Jamii’an (1)






{وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} [آل عمران: 103]

Artinya: Dan berpeganglah pada Tali Allah, dengan berjamaah! Jangan berpecah! Ingatlah Nikmat Allah, atas kalian! ; Ketika kalian menjadi musuh. Lalu (Allah) menyatukan antar hati kalian. Maka karena NikmatNya, kalian menjadi saudara (Jamaah). Kalian dulu di atas bibir jurang dari Neraka. Lalu (Allah) selamatkan kalian darinya. Seperti itulah, Allah jelaskan Ayat-Ayat-Nya pada kalian, agar kalian mendapat Hidayah.

Ibnu Katsir menulis: تفسير ابن كثير (2/ 89)
وَقَوْلُهُ: {وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا} قِيلَ {بِحَبْلِ اللَّهِ} أَيْ: بِعَهْدِ اللَّهِ، كَمَا قَالَ فِي الْآيَةِ بَعْدَهَا: {ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ} [آلِ عِمْرَانَ:112] أَيْ بِعَهْدٍ وَذِمَّةٍ (4) وَقِيلَ: {بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ} يَعْنِي: الْقُرْآنَ، كَمَا فِي حَدِيثِ الْحَارِثِ الْأَعْوَرِ، عَنْ علِيّ مَرْفُوعًا فِي صِفَةِ الْقُرْآنِ: "هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمتِينُ، وَصِرَاطُهُ الْمُسْتَقِيمُ".
Artinya:
FirmanNya, “(Dan berpeganglah pada Tali Allah, dengan berjamaah! Jangan berpecah! / وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا).”
Dijelaskan, “(بِحَبْلِ اللَّهِ / Pada Tali Allah), maksudnya ‘pada Aturan Allah’. Sebagaimana dalam Ayat setelahnya nanti (ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ / Hina dipastikan atas mereka, di mana saja mereka dijumpai. Kecuali dengan (berpegangan) Tali dari Allah, dan tali dari manusia). Maksudnya ‘dengan (mentaati) Aturan dan (menjadi) Dzimmah’.
Ada lagi yang menjelaskan, “(بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ / dengan Tali Allah), maksudnya ‘Al-Qur’an’.”
Sebagaimana penjelasan di dalam Hadits Marfuk Al-Harits Al-A’war, dari Ali RA, mengenai Sifat Al-Qur’an, “Dia Tali Allah sangat kuat, dan JalanNya yang sangat lurus.”
Hadits khusus yang semakna dengan itu telah hadir:
قَالَ الْإِمَامُ الْحَافِظُ أَبُو جَعْفَرٍ الطَّبَرِيُّ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى الْأُمَوِيُّ، حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ العَرْزَمي، عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ [أَبِي] سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "كِتَابُ اللهِ، هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَمْدُودُ مِنَ السَّمَاءِ إلَى الأرْضِ".
Artinya:
Imam Hafizh Abu Jakfar Atthobari berkata, “Said bin Yahya Al-Umawi, murid Asbath bin Muhammad, murid Abdil-Malik bin Abi Sulaiman Al-‘Arzami, murid Athiyah, murid Abi Said RA, berkata, Rasulullah SAW bersabda ‘Kitab Allah adalah Tali Allah yang dipanjangkan dari langit ke bumi’.”
Ibnu Marduwaih meriwayatkan dari jalur Ibrahim bin Muslim Al-Hajari, dari Abil-Ahwash, dari Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Al-Qur’an ini adalah:
1.     Tali Allah Maha Kuat.
2.     Sinar yang menerangi.
3.     Obat bermanfaat.
4.     Penjaga untuk orang yang berpegangan dengannya.
5.     Penyelamat untuk orang yang mengikutinya.”
Diriwayatkan Hadits Zaid bin Arqam, juga seperti itu.
Waqik murid Al-A’masy, murid Abi Wail, bercerita pada kami, “Abdullah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘sungguh Jalan ini, dihadiri oleh Syaitan, hai Abdullah, di Jalan ini! Kemari, ke Jalan ini! Dan berpeganglah pada Tali Allah! Sungguh Tali Allah ‘Al-Qur’an’. [1]



[1] تفسير ابن كثير (2/ 89)
وَقَوْلُهُ: {وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا} قِيلَ {بِحَبْلِ اللَّهِ} أَيْ: بِعَهْدِ اللَّهِ، كَمَا قَالَ فِي الْآيَةِ بَعْدَهَا: {ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ} [آلِ عِمْرَانَ:112] أَيْ بِعَهْدٍ وَذِمَّةٍ وَقِيلَ: {بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ} يَعْنِي: الْقُرْآنَ، كَمَا فِي حَدِيثِ الْحَارِثِ الْأَعْوَرِ، عَنْ علِيّ مَرْفُوعًا فِي صِفَةِ الْقُرْآنِ: "هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمتِينُ، وَصِرَاطُهُ الْمُسْتَقِيمُ".
وَقَدْ وَرَدَ فِي ذَلِكَ حَدِيثٌ خَاصٌّ بِهَذَا الْمَعْنَى، فَقَالَ الْإِمَامُ الْحَافِظُ أَبُو جَعْفَرٍ الطَّبَرِيُّ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى الْأُمَوِيُّ، حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ العَرْزَمي، عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ [أَبِي] سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "كِتَابُ اللهِ، هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَمْدُودُ مِنَ السَّمَاءِ إلَى الأرْضِ") .
وَرَوَى ابْنُ مَرْدُويَه مِنْ طَرِيقِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُسْلِمٍ الهَجَريّ، عَنْ أَبِي الأحْوَص، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إنَّ هَذَا الْقُرْآنَ هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمتِينُ، وَهُوَ النُّورُ الْمُبِينُ وهُوَ الشِّفَاءُ النَّافِعُ، عِصْمةٌ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ، ونَجَاةٌ لِمَنِ اتَّبَعَهُ") .
وُروي مِنْ حَدِيثِ حُذَيْفَةَ وَزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ نَحْوُ ذَلِكَ. [وَقَالَ وَكِيع: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: إِنَّ هَذَا الصِّرَاطَ مُحْتَضَرٌ تَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ، بِهَذَا الطَّرِيقِ هَلُمَّ إِلَى الطَّرِيقِ، فَاعْتَصَمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ فَإِنَّ حَبْلَ اللَّهِ الْقُرْآنُ]) .  


Lanjutannya