SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label PS 82: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PS 82: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan

2015/03/16

PS 82: Pembebasan Syam





Pada penerjemah, Abu Ubaidah perintah, “Katakan pada mereka ‘kenapa kalian menangis, dan tidak segera masuk Islam? Untuk mendapatkan keamanan dan jaminan selamat. Dengan itulah kalian dan harta kalian aman’.”

Setelah memahami pesan Abu Ubaidah, mereka berkata, “Wahai pimpinan! Tempat kami jauh dari kalian. Kami telah mendengar khabar tentang kalian, namun kami tak yakin bahwa kalian akan sampai ke tempat kami. Tahu-tahu pasukan tuan telah memasuki kota, memerangi dan merampas harta kami. Menangkap anak-anak, dan mengumpulkan kami di gunung, hingga membawa kami kemari.”

Kaum tawanan berjumlah 400 orang itu terkesima ‘menyaksikan dan mendengarkan’ tutur kata Abu Ubaidah. Ada penerjemah yang menjelaskan pada mereka, “Maksud beliau ‘kalau beliau membebaskan, dan mengembalikan keluarga, dan harta kekayaan kalian. Apakah kalian sanggup melaksanakan perintahnya? Membayar pajak dan menyerahkan hasil bumi?’.”
Kini mereka ricuh, saling bertanya ‘sebaiknya ditanggapi bagaimana?’ Beberapa orang berkata, “Lepaskan kami! Kami akan melaksanakan semua permintaan kalian.”

Di pertengahan pasukannya, Abu Ubidah berkata, “Saya berpandangan sebaiknya mereka dibebaskan, dan harta kekayaan mereka dikembalikan, agar menjadi bawahan kita, yang bertugas mengurusi sawah ladang dan pekarangan. Dan memberi kita ‘hasil bumi dan pajak’. Menurut kalian bagaimana? Terus terang ‘saya tidak akan memutuskan rencana ini’ sebelum kalian semua setuju.”
Mereka menjawab, “Itu akan lebih baik jika bertujuan untuk ‘kemashlahatan’ kaum Muslimiin! Yang mulia.”  

Abu Ubaidah mewajibkan agar tiap tawanan membayar uang 4 dinar. Setelah semua sanggup, nama mereka dicatat, dan dilepaskan. Dan harta mereka dikembalikan.

Para tawanan pulang dengan bergembira. Setelah sampai rumah, mereka memberi tahu pada kaum yang dijumpai, “Ternyata orang-orang Arab sopan-sopan, dan memperlakukan tawanan dengan baik. Tadinya kami menyangka bahwa kami ‘akan dibunuh dan anak kami akan diperbudak’. Ternyata kami diperbolehkan pulang ke rumah, dengan syarat ‘membayar pajak dan menyetorkan’ hasil bumi.”

Beberapa saat setelah itu, kaum Romawi berdatangan banyak sekali, menememui Abu Ubaidah. Mereka mengajukan ‘permohonan damai’, membayar pajak, dan menyerahkan sebagian hasil bumi.