SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label PS 33: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PS 33: Pembebasan Syam. Tampilkan semua postingan

2015/02/02

PS 33: Pembebasan Syam





Emosi para Muslimaat yang ditawan makin berkobar, karena ucapan Khaulah. Jawaban Afroh bintu Ghoffar Al-Chimyariyah (عفرة بنت غفار الحميرية) paling menjadi perhatian, “Demi Allah kau telah benar hai Bintal Azwar (Khaulah)! Kami kaum pemberani dan tangkas, seperti yang telah kau katakan! Bahkan kami telah mengikuti perang-perang besar yang mengerikan! Kami juga ahli berkuda yang sering menembus malam kelam! Hanya saja pedang yang kami butuhkan tak ada di tangan! Padahal para perampok ini jumlahnya banyak sekali! Kalaupun kita kabur juga percumah, karena jumlah mereka terlalu banyak!.”
Perkataan dia, mengobarkan semangat.
Khaulah menjawab, “Jangan banyak perhitungan! Lepaslah tangga-tangga tenda! Sebagai senjata untuk menyerang mereka! Semoga dengan itu! Allah menolong kita! Atau setidaknya nama besar bangsa Arab tidak tercampak!.”
Afroh menjawab, “Demi Allah, edeamu lebih bermutu dari pada edeaku!.”

Khaulah dan teman-temannya bergerak cepat
, untuk melepas tali pengikat tiang-tiang tenda. Dan berteriak keras bersama-sama.
Khaulah memanggul tiang tenda di atas pundaknya. Sejumlah wanita bergerak cepat, memanggul tongkat di atas pundak.
“Jangan bercerai-berai! Berkumpullah yang kompak menjadi satu
! Untuk berjuang bersama-sama!" Lanjut Khaulah, “Patahkan tombak dan pedang mereka!.”
Khaulah bergerak cepat mendahului teman-temannya, memukul kepala lelaki Romawi, sekeras-kerasnya. Lelaki itu terkejut dan jatuh lalu sakarat. 
Teman-teman lelaki menoleh, karena mendengar suara pukulan keras. 
Mereka terkejut ketika menyaksikan temannya telah terkulai. 
Mereka mengamati keadaan, ternyata wanita-wanita Muslimaat telah lepas, membawa tongkat.
Seorang batrik berteriak, “Hai perempuan-perempuan keparat! Ada apa kalian!.”
Afroh menjawab, “Inilah tindakan kami untuk memerangi kalian! Sebagai upaya mengakhiri umur dan ajal kalian! Hai kaum kafir!.”

Petrus muncul dan berkata, “Kepung dan hati-hatilah! Jangan kalian serang dengan pedang! Jangan ada satupun yang dibunuh! Tangkaplah mereka sebagai tawanan! Siapapun yang menangkap perempuan milikku, jangan sekali-kali menyakitinya!.”
Kaum perampok mengepung dari segala penjuru, untuk menangkap mereka. Namun kesulitan, karena dilawan dengan tongkat, bertubi-tubi. 

Para wanita bersatu, di tengah kepungan pasukan berkuda. Yang menjadi sasaran, yang berani maju untuk menangkap. Kaki-kaki kuda pengepung, dipukuli oleh para wanita. Hingga roboh bersamaan pengendaranya yang berani mendekat. 

Ketika para pengendara kuda telah terlempar ketanah, dihajar hingga tewas, oleh para wanita Muslimaat yang telah kalap. Pedang mereka diambil. 
Ketika sejumlah lelaki berkuda, maju dari beberapa sudut, untuk menangkap. Saat itu pula, kaki kuda mereka dipukul, oleh sejumlah wanita. Hingga kuda dan para pengendaranya jatuh.
Pengendaranya dihajar dengan tongkat, oleh perempuan-perempuan kalap, hingga tewas. 

Tigapuluh pria telah terkulai tewas di atas tanah
, babak-belur dan berdarah. Pedang mereka diambil.