SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Mulungan Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mlati Sleman Yogyakarta Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mulungan Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mlati Sleman Yogyakarta Indonesia. Tampilkan semua postingan

2017/05/04

Mulya Abadi


Mulya Abadi, Mulungan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Suatu tempat idaman para pemuda pemudi seIndonesia, bahkan seantero jagad. Di tempat ini kita bisa memperoleh banyak bekal kehidupan mendatang, khususnya bagi para Pemuda Pemudi. Bukan cuma bekal akhirat, bahkan bermacam jenis bekal dunia pun bisa diperoleh di tempat Mulia ini. Sama dengan pondok pesantren lainnya. Kegiatan utama dan rutin di Ponpes Mulya Abadi, mengkaji Al-Qur'an dan Al-Hadits warisan para Pejuang agama kita. Namun di sisi lain, yang membuat para santriwan santriwati di pondok ini merasa betah dan nyaman, banyaknya kegiatan ekstrakulikuler yang menjadi pengisi waktu luang. Sehingga hari demi hari pun dilalui dengan tanpa terasa, layaknya rumah kedua bagi para santriwan santriwati yang datang dari setiap penjuru tanah air, bahkan mereka yang berasal dari saudara tetangga yang lebih memilih tempat Mulia ini, sebagai persinggahan untuk menambah bekal ilmu dunia maupun akhirat.
Seakan kesadaran terbuka bahwa di samping keindahan Yogyakarta dengan sejarah dan tempat-tempat wisatanya, ada lagi satu tempat Mulia yang menjadi destinasi idaman kaum remaja untuk menyempurnakan bekal hari esoknya, sebagai seorang pemimpin bagi dirinya, keluarga kecilnya, atau bahkan bangsa dan negaranya.

Satu pesan dari salah satu mereka "Jangan sampai ilmu dunia mencapai SARJANA, tapi ilmu agama cuma sampai TK. Mari men-SEDERAJATKAN keduanya tetap sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Di sini kami belajar, di sini kami memahami, dan di sini pun tempat mecoba mengekspresikan ilmu-ilmu kami @ppmabadi

2015/03/31

Allah Kekasih Kaum Iman



Kajian Bersambung
Surat Al-Baqarah 257259





اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (257) أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (258) أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (259)  [البقرة:].


Artinya:
Allah Kekasih kaum yang telah beriman. Mengeluarkan  mereka dari kegelapan-kegelapan menuju Nur. Kaum yang telah kafir, kekasih mereka Thoghut (Berhala-Berhala) yang mengeluarkan mereka dari Nur menuju kegelapan-kegelapan. Mereka penghuni neraka yang di dalamnya mereka kekal. (257)

Bertahanlah sebagai kaum iman, karena menjadi Kekasih Allah. Dan berdoalah semoga penduduk bumi diimankan oleh Arrohman.


Apa kau tidak memperhatikan pada orang yang membantah Ibrahim, mengenai Tuhannya AS ? Lantaran Allah telah memberi Kerajaan padanya? Ketika itu Ibrahim berkata, “Tuhanku yang menghidupkan dan mematikan.” 
Dia berkata, “Saya menghidupkan, juga mematikan.” 
Ibrahim berkata, “Sunguh Allah mendatangkan matahari dari Timur. Maka datangkan dari Barat!.” 
Maka orang yang telah kafir ‘bebal’. Allah takkan membimbing kaum Aniaya. (258)



Atau seperti orang yang pernah lewat atas desa yang keadaannya kosong atas penduduknya. Dia berkata, “Bagaimana mungkin Allah nanti menghidupkan ini, setelah kematiannya?” 
Maka Allah mematikan seratus tahun, lalu membangunkan lagi padanya
Allah berfirman, “Berapa lama kau tinggal?” 
Dia menjawab, “Sehari atau sebagian hari” 
Allah berfirman, “Bahkan kau telah tinggal seratus tahun. Amatilah makanan dan minumanmu! Tidak basi. Dan amatilah himarmu! Akan Aku jadikan Ayat untuk manusia. Amatilah tulang-belulang! Bagaimana Kami menyusun dan membungkus dengan daging.”
Ketika telah jelas baginya, maka dia berkata, “Aku tahu bahwa ‘sungguh Allah Maha Kuasa’ atas segala sesuatu.” (259)


2011/10/03

NN 1: Nashrani Najrani




Tulisan ini berkisah mengenai para tokoh agama Nashrani Najran yang datang ke Madinah, untuk melihat Nabi SAW, yang kemunculannya telah mereka tunggu. Mereka yang terdiri dari beberapa sekte itu, ingin membuktikan apakah Muhammad benar-benar Nabi SAW yang namanya tertulis di dalam kitab mereka.
Najran wilayah bagian dari Yaman. Di kota itu pernah ada kerajaan besar bernama Tababiah atau Tubak. Dulu, di tempat itu pula terjadinya Pembakaran 20.000 Kaum Islam (pengikut Isa bin Maryam AS) oleh Raja Yusuf Dzu Nuwas.[1]
Sekitar 120 tahun atau lebih kemudian, Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Sejumlah tokoh Nashrani dari Najrani datang menghadap Nabi SAW, untuk konsultasi mengenai Isa bin Maryam AS.
Ibnul-Qayyim menulis di dalam Zadul-Maad tentang kisah itu: زاد المعاد - (ج 3 / ص 549)

حَدّثَنِي يَزِيدُ بْنُ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ الْبَيْلَمَانِيّ عَنْ كُرْزِ بْنِ عَلْقَمَةَ قَالَ قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَفْدُ نَصَارَى نَجْرَانَ سِتّونَ رَاكِبًا مِنْهُمْ أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ رَجُلًا مِنْ أَشْرَافِهِمْ وَالْأَرْبَعَةُ وَالْعِشْرُونَ مِنْهُمْ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ إلَيْهِمْ يَئُولُ أَمْرُهُمْ الْعَاقِبُ أَمِيرُ الْقَوْمِ وَذُو رَأْيِهِمْ وَصَاحِبُ مَشُورَتِهِمْ وَاَلّذِي لَا يَصْدُرُونَ إلّا عَنْ رَأْيِهِ وَأَمْرِهِ وَاسْمُهُ عَبْدُ الْمَسِيحِ وَالسّيّدُ ثِمَالُهُمْ وَصَاحِبُ رَحْلِهِمْ وَمُجْتَمَعِهِمْ وَاسْمُهُ الْأَيْهَمُ وَأَبُو حَارِثَةَ بْنُ عَلْقَمَةَ أَخُو بَنِي بَكْرِ بْنِ وَائِلٍ أُسْقُفُهُمْ وَحَبْرُهُمْ وَإِمَامُهُمْ وَصَاحِبُ مِدْرَاسِهِمْ . وَكَانَ أَبُو حَارِثَةَ قَدْ شَرُفَ فِيهِمْ وَدَرَسَ كُتُبَهُمْ وَكَانَتْ مُلُوكُ الرّومِ مِنْ أَهْلِ النّصْرَانِيّةِ قَدْ شَرّفُوهُ وَمَوّلُوهُ وَأَخْدَمُوهُ وَبَنَوْا لَهُ الْكَنَائِسَ وَبَسَطُوا عَلَيْهِ الْكَرَامَاتِ لِمَا يَبْلُغُهُمْ عَنْهُ مِنْ عِلْمِهِ وَاجْتِهَادِهِ فِي دِينِهِمْ .
Artinya:
Yazid bin Sufyan murid Ibnul-Bailamani murid Kurzu bin Alqamah bercerita padaku: “Emanpuluh orang tamu utusan Nashrani Najran datang pada Rasulallah SAW. Dari mereka ada 24 tokoh. Dari mereka, ada 3 petinggi paling berkuasa yang mengurusi perkara mereka:
1.   Aqib, pimpinan tertinggi mereka, yang petunjuknya harus diikuti, yang memimpin musyawarah. Mereka tidak boleh menentukan keputusan kecuali telah dia setujui dan dia putuskan. Dialah yang disebut-sebut Abdul-Masih. 
2.   Sayyid, pelindung yang berwenang menentukan berangakat, pulang, dan mengumpulkan rombongan. Dialah yang disebut-sebut sebagai Aiham. 
3.   Abu Charitsah bin Alqamah famili Bani Bakr bin Wail, sebagai Uskup, Alim, dan Imam mereka, yang kekuasaannya sangat tinggi. Dia pula yang berwenang mengurusi pendidikan. Konon Charitsah yang sangat agung di mata mereka, telah mempelajari kitab-kitab Nashrani. Sungguh raja-raja Romawi pemeluk agama Nashrani menghormati dan melayani, bahkan membangunkan sejumlah biara dan memuliakan dia, karena ilmu dan ijtihadnya mengenai agama, mereka nilai hebat.”

Menurut Ibnul-Qayyim, “Sebetulnya pimpinan para tamu yang bernama Abu Charitsah bin Alqamah itu, tahu pasti bahwa nabi terakhir yang pernah disabdakan oleh Isa bin Maryam AS  adalah Nabi Muhammad SAW.” 
Saat itu Abu Charitsah mengendarai kuda bagal didampingi oleh saudaranya bernama Kurzu. Tiba-tiba kuda Abu Charitsah hampir jatuh karena kakinya tersandung.
Kurzu mengumpat, “Kurangajar orang jauh itu!.” Maksudnya Nabi Muhammad SAW. 
Abu Charitsah menjawab, “Justru kamu yang kurangajar!.” 
Kurzu bertanya, “Kenapa?.” 
Abu Charitsah menjawab, “Dialah Nabi Ummi yang kita tunggu-tunggu kedatangannya.” 
Kurzu bertanya, “Kenapa kau tidak menjadi pengikutnya ? Padahal kau tahu dialah yang kita tunggu-tunggu?.” 
Abu Charitsah menjawab, “Kaum Romawi yang sama memuliakan dan mengistimewakan kita dengan beberapa fasilitas, ingin menentang Muhammad SAW. Kalau kita menentang mereka, semua fasilitas yang telah diberikan pada kita pasti ditarik.”
Kurzu diam dan menyimpan rahasia itu hingga akhirnya masuk Islam. 




[1] Silahkan dirujukkan pada Menindak Sadis.
Gambar Raja Dzu Nuwas.