SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label Hadits Bani Israil (Israiliyat). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits Bani Israil (Israiliyat). Tampilkan semua postingan

2016/03/12

Hadits Bani Israil (Israiliyat)




Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ceritakan (Hadits Israiliyat) dari Bani Israil ! Tidak berdosa.” [1]

Dalam Ma’alimussunan, dijelaskan, “Makna Hadits di atas bukan berarti:
1.     Memperbolehkan bohong di dalam menjelaskan berita-berita dari Bani Israil (Hadits Israiliyat).
2.     Menyatakan ‘Gugur Dosanya’, pada orang yang menukil kebohongan  (Hadits Israiliyat) dari mereka.
Tetapi memperbolehkan menceritakan Hadits (Israiliyat) dari mereka. Sekedar menyampaikan, meskipun keshahihan berita tersebut, tidak mungkin tercapai dengan kemanqulan berisnad. Karena perintah pemberitaan tersebut, (ta’adzzarra / تعذر) dimaafkan. Karena :
1.     Jauhnya jarak.
2.     Jauhnya waktu.
3.     Dan terbentangnya zaman Fatroh sebelum zaman Kenabian.
Hadits di atas merupakan dalil bahwa Hadits Nabi SAW, tidak boleh disampaikan kecuali dengan kemanqulan berisnad, dan dipastikan shahih.” [2]




3662 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «حَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح.


ليس معناه إباحة الكذب في أخبار بني إسرائيل ورفع الحرج عمن نقل عنهم الكذب، ولكن معناه الرخصة في الحديث عنهم على معنى البلاغ وإن لم يتحقق صحة ذلك بنقل الإسناد، وذلك لأنه أمر قد تعذر في اخبارهم لبعد المسافة وطول المدة ووقوع الفترة بين زماني النبوة وفيه دليل على أن الحديث لا يجوز عن النبي صلى الله عليه وسلم إلاّ بنقل الإسناد والتثبت فيه.