Abdullah Yuqana bergegas menyiapkan pasukan yang terdiri dari kaum Chalab, berjumlah 4.000 pasukan berkuda. Derap kaki kuda mereka membahana; debu-debu beterbangan. Mereka pergi sebelum Abu Ubaidah dan pasukannya.
Di antara pasukan Abu Ubaidah yang dibawa oleh Abdullah Yuqana, ada 3.000 bathriq yang telah Islam, di bawah pimpinan Jirfas (جرفاس). Mereka telah menyadari bahwa Islam, kelanjutan dari agama Isa bin Maryam AS. Dan telah sadar bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang harus disembah, yang mutlak tidak berputra dan diputrakan.
Setelah kabur dari Jabiyah menuju kerajaan Qaisariyah, Raja Filasthin didampingi oleh 80.000 pasukan, perintah agar 3.000 pasukan berkuda dari kota Tharabulus (Tripoli) datang. Untuk memperkuat pertahanan kerajaan.
Tiba-tiba Raja Yuqana dan pasukannya muncul. Di dalam pasukan Yuqana, ada Raja Romawi bernama Filanthinus.
Jirfas memacu kuda untuk mendekati pasukan dari Tharabulus, lalu mengucapkan salam dan bertanya, “Siapa kalian?.”
Setelah tahu maksud Yuqana, Al-Charits dan kaumnya merasa tenang. Mereka berkata, “Kalau tujuan anda bersiasat untuk menegakkan Agama Allah, maka Allah akan menolong anda mengalahkan lawan.”











