{فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ
إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا
يَكْذِبُونَ } [التوبة: 77]
Al-Qurthubi ahli tafsir Al-Qur’an yang sohor. Ibnu Katsir sering mengambil fatwa beliau mengenai Bahasan Al-Qur’an. Ini termasuk di antaranya :
Firman Allah Taala, “Fa
a’qobahum nifaaqon” (Kalimat yang artinya ‘maka Dia membuat dampak Munafiq
pada mereka’). Kalimat ini, terdiri dari
dua maf’ul (obyek) :
1. (Hum) mereka.
Ada yang menjelaskan, ‘karena bakhil,
Allah membuat mereka Munafiq’. Oleh karena itu, (Allah) berfirman ‘Bakhiluu bih’ (artinya ‘mereka bakhil tentangnya’).
(Kalimat) ‘Ilaa yaumi yalqounahuu’
di dalam kedudukan Khofadh (Rendah atau Kasrah). (Arti dan)
maksudnya ‘mereka akan menemui kebakhilan mereka’. Maksudnya balasan
bakhil mereka. Seperti ada perkataan ‘besok, kau akan menjumpai amalanmu’.
Ada yang menjelaskan arti maksud ‘Ilaa
yaumi yalqounahuu’ hingga hari mereka bertemu Allah. Dalam bahasan
ini terdapat dalil bahwa orang yang dimaksud dalam Ayat ini, wafat dalam
keadaan Munafiq. Itu berarti, penjelasan yang dimaksud dalam
bahasan Ayat ini Tsa’labah atau Hathib’ Salah. Karena mengenai Hathib,
sungguh Nabi SAW pernah bersabda pada Umar, ‘apa yang akan memberi tahu kau,
barangkali Allah mengintip Veteran Perang Badar ?’ Ternyata (Allah
mengintip dan) berfirman (pada Veteran Perang Badar) ‘beramallah yang
kalian kehendaki ! Sungguh Aku telah mengampuni untuk kalian’. Ts’labah
dan Hathib tergolong Veteran Perang Badar.
(Kalimat) Bimaa akhlafullooha maa
wa’aduuhu wa bimaa kaanuu yakdzibuun, (yang artinya) karena :
1. Mereka menyelisihi Allah mengenai
yang mereka janjikan.
2. Dan mereka telah bohong. Kebohongan
mereka ‘melanggar tidak mau melunasi janji, karena telah menetapi kemunafikan’.”
[1]
Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia
قَوْلُهُ
تَعَالَى: (فَأَعْقَبَهُمْ نِفاقاً) مَفْعُولَانِ أَيْ أَعْقَبَهُمُ اللَّهُ
تَعَالَى نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ. وَقِيلَ: أَيْ أَعْقَبَهُمُ الْبُخْلَ
نِفَاقًا، وَلِهَذَا قال:" بَخِلُوا بِهِ". (إِلى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ)
في موضع خفض، أي يلقون بخلهم أي جزاء بخلهم كما يقال: أنت تلقى غدا عملك. وقيل:
(إِلى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ) أَيْ يَلْقَوْنَ اللَّهَ. وَفِي هَذَا دَلِيلٌ عَلَى
أَنَّهُ مَاتَ مُنَافِقًا. وَهُوَ يَبْعُدُ أَنْ يَكُونَ الْمُنَزَّلَ فِيهِ
ثَعْلَبَةُ أَوْ حَاطِبٌ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ لِعُمَرَ: (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ اللَّهُ اطَّلَعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ
فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ) . وَثَعْلَبَةُ وَحَاطِبٌ
مِمَّنْ حَضَرَ بَدْرًا وَشَهِدَهَا. (بِما أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ
وَبِما كانُوا يَكْذِبُونَ) كَذِبُهُمْ نَقْضُهُمُ الْعَهْدَ وَتَرْكُهُمُ
الْوَفَاءَ بِمَا الْتَزَمُوهُ مِنْ ذَلِكَ
0 komentar:
Posting Komentar