SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

Tampilkan postingan dengan label QS Attaubah Ayat 77. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label QS Attaubah Ayat 77. Tampilkan semua postingan

2016/09/02

QS Attaubah Ayat 77


{فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ } [التوبة: 77]


Firman Allah Taala, “Fa a’qobahum nifaaqon” (Kalimat yang artinya ‘maka Dia membuat dampak Munafiq pada mereka’). Kalimat ini, terdiri dari dua maf’ul (obyek) :
1.     (Hum) mereka.
2.     (Nifaaqon) munafiq. Maksudnya, dalam hati, Allah memastikan mereka Munafiq.
Ada yang menjelaskan, ‘karena bakhil, Allah membuat mereka Munafiq’. Oleh karena itu, (Allah) berfirman ‘Bakhiluu bih’ (artinya ‘mereka bakhil tentangnya’).
(Kalimat) ‘Ilaa yaumi yalqounahuu’ di dalam kedudukan Khofadh (Rendah atau Kasrah). (Arti dan) maksudnya ‘mereka akan menemui kebakhilan mereka’. Maksudnya balasan bakhil mereka. Seperti ada perkataan ‘besok, kau akan menjumpai amalanmu’.
Ada yang menjelaskan arti maksud ‘Ilaa yaumi yalqounahuu’ hingga hari mereka bertemu Allah. Dalam bahasan ini terdapat dalil bahwa orang yang dimaksud dalam Ayat ini, wafat dalam keadaan Munafiq. Itu berarti, penjelasan yang dimaksud dalam bahasan Ayat ini Tsa’labah atau Hathib’ Salah. Karena mengenai Hathib, sungguh Nabi SAW pernah bersabda pada Umar, ‘apa yang akan memberi tahu kau, barangkali Allah mengintip Veteran Perang Badar ?’ Ternyata (Allah mengintip dan) berfirman (pada Veteran Perang Badar) ‘beramallah yang kalian kehendaki ! Sungguh Aku telah mengampuni untuk kalian’. Ts’labah dan Hathib tergolong Veteran Perang Badar.
(Kalimat) Bimaa akhlafullooha maa wa’aduuhu wa bimaa kaanuu yakdzibuun, (yang artinya) karena :
1.     Mereka menyelisihi Allah mengenai yang mereka janjikan.
2.     Dan mereka telah bohong. Kebohongan mereka ‘melanggar tidak mau melunasi janji, karena telah menetapi kemunafikan’.” [1]



Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia

[1] تفسير القرطبي (8/ 212)
قَوْلُهُ تَعَالَى: (فَأَعْقَبَهُمْ نِفاقاً) مَفْعُولَانِ أَيْ أَعْقَبَهُمُ اللَّهُ تَعَالَى نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ. وَقِيلَ: أَيْ أَعْقَبَهُمُ الْبُخْلَ نِفَاقًا، وَلِهَذَا قال:" بَخِلُوا بِهِ". (إِلى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ) في موضع خفض، أي يلقون بخلهم أي جزاء بخلهم كما يقال: أنت تلقى غدا عملك. وقيل: (إِلى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ) أَيْ يَلْقَوْنَ اللَّهَ. وَفِي هَذَا دَلِيلٌ عَلَى أَنَّهُ مَاتَ مُنَافِقًا. وَهُوَ يَبْعُدُ أَنْ يَكُونَ الْمُنَزَّلَ فِيهِ ثَعْلَبَةُ أَوْ حَاطِبٌ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعُمَرَ: (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ اللَّهُ اطَّلَعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ) . وَثَعْلَبَةُ وَحَاطِبٌ مِمَّنْ حَضَرَ بَدْرًا وَشَهِدَهَا. (بِما أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِما كانُوا يَكْذِبُونَ) كَذِبُهُمْ نَقْضُهُمُ الْعَهْدَ وَتَرْكُهُمُ الْوَفَاءَ بِمَا الْتَزَمُوهُ مِنْ ذَلِكَ