Dhirar menyerang dengan
garang, didampingi oleh 100 pasukan. Serangannya menggila membuat musuh kuwalahan melawan, hingga Jabalah teheran-heran.
Dalam
perjalanan, Jabalah dan pasukanya bertemu Yuqana mengawal Zaitunah binti Hiraqla.
Singa mendekati dia, sambil
mengibas-ngibaskan ekor, lalu berhenti dan menundukkan kepala yang maksudnya
‘silahkan berjalan’.
Kedatangan Safinah
mengejutkan pasukan
Muslimiin. Laporan
Safinah bahwa Dhirar ditawan, setelah seratus kawannya ditawan, membuat mereka syok dan menangis
sedih. Abu Ubaidah dan Khalid RA juga menangis pilu. Mereka berdua membaca, “Laa
chaula walaa quwwata illaa bi Allah Al-Aliyyi Al-Azhiim.”
Kaum
Muslimiin terperangah dan bergetar oleh syair yang dibaca oleh Khaulah:
Tak
adakah kaum yang menjelaskan ini berita
Akankah
kami datang sendiri ke sana
Kalau
saya tahu perjanana mereka akhir pejumpaan
Niscaya
kami kemarin ikut dalam perjalanan
Hai
si burung gagak! Bisakah kau memberi tahu tentang mereka?
Berhari-hari
kami menunggu berita mereka
Semoga
Allah melaknat penawan mereka
Yang
bersamaku mengukir sejarah
Kini
telah berubah
Jika
mereka pulang kemari
Akan
berjuang bersama lagi
Hatiku
galau ketika mereka
Berkata Dhirar ditawan oleh lawan
Hari-hari
selanjutnya kesedihan
Semangat
hidupku hilang
Memikirkan
orang-orang
Yang
telah menempati ruang hatiku
Salamku
Untuk
kalian tercinta
Yang
jauh dari mata
Api
kemarahan pasukan Muslimiin berkobar-kobar.
Mazruah
binti Amluq Al-Chimyariyah (مزروعة بنت عملوق الحميرية) dan sejumlah wanita, mengerumuni Khaulah.
Hai
putraku! Kemarahanku pada mereka berkobar
Hingga
tubuhku bergetar
Ini
musibah besar
Yang
hampir membuat aku terkapar
Kafilah
yang kutanya mengenani kau diam
Kapankah
dendamku redam
Tak
ada yang menjelaskan mengenai kau
Air
mataku berderai karena galau
Sejak
kau pergi dari sisiku
Aku
sedih air mataku tumpah
Karena
memikirkan kau hai pahlawan
Asal
kau hidup, saya sanggup membisu
setahun lamanya
Namun
jika kau telah tiada
Saya
bingung harus bagaimana
Syair
itu membuat tangisan para wanita makin keras.
Sontak
mereka diam.